RSS

Arsip Kategori: KABAR CIAMIS

Kampung Kuta dan Upacara Adat Nyuguh

Alhamdulillah, aya ku bagja, kenging oleh-oleh ti Ki Dulur. Ngalangkungan milis urangciamis, anjeuna ngintun artikel anu diserat ku Kang Mustafid ngeunaan Kampung Kuta, salah sawios lembur anu masih nyepeng adat ti karuhun kalawan pengkuh. Sumangga diaos nyalira nya.

Kampung Kuta

Kampung Kuta adalah dusun adat yang masih bertahan di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Kampung adat ini dihuni masyarakat yang dilandasi kearifan lokal, dengan memegang budaya pamali (tabu), untuk menjaga keseimbangan alam dan terpeliharanya tatanan hidup bermasyarakat. Salah satu yang menonjol adalah dalam hal pelestarian hutan, sekaligus mempertahankan kelestarian mata air dan pohon aren untuk sumber kehidupan mereka.

Karena penghormatan yang tinggi terhadap hutan, warga Kampung Kuta yang hendak masuk ke kawasan hutan tidak pernah mengenakan alas kaki. Tujuannya agar hutan tersebut tidak tercemar dan tetap lestari. Oleh karena itu, kayu-kayu besar masih terlihat kokoh di Leuweung Gede. Selain itu, sumber air masih terjaga dengan baik.

Secara administratif, Kampung Kuta berada di wilayah Kabupaten Ciamis, Kecamatan Tambaksari, tepatnya di dalam Desa Karangpaningal. Kampung Kuta terdiri atas 2 RW dan 4 RT. Kampung ini berbatasan dengan Dusun Cibodas di sebelah utara, Dusun Margamulya di sebelah barat, dan di sebelah selatan dan timur dengan Sungai Cijulang, yang sekaligus merupakan perbatasan wilayah Jawa Barat dengan Jawa Tengah.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2011 in KABAR CIAMIS

 

Lalab Dalam Kehidupan Masyarakat Sunda

Dalam budaya dan kehidupan masyarakat Sunda, lalab sudah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan sejak dahulu. Kalau dahulu lalab memiliki arti tersendiri dalam kehidupan tradisi di pedesaan, sekarang sudah merupakan bagian dari lingkungan kehidupan modern masyarakat kota. Lalab yang terdiri dari daun, pucuk, buah muda atau biji tanaman segar, sudah merupakan bagian dari program WHO “back to nature” atau makanan kaya serat, mineral dan vitamin untuk kesehatan dan kebugaran.

Lalab atau sayuran merupakan makanan berserat. Karenanya memakan lalab dan sayuran mentah akan banyak manfaatnya untuk kesehatan dan kebugaran tubuh serta kehalusan dan keindahan kulit, terutama untuk kulit muka wanita. Kalau masyarakat Barat (khususnya Eropa dan Amerika) bangga terhadap makanan segar asal tanaman yang disebut salads, maka masyarakat Indonesia juga bangga dengan “lalab” khususnya bagi kalangan masyarakat Sunda.

Obat peningkat “gairah”, tidak selamanya harus berasal dari obat hasil pabrikan yang mengandung banyak unsur kimia. Dalam hal ini kalau terus menerus dikonsumsi akan mempunyai efek samping. Obat-obatan yang berasal dari bahan-bahan alami seperti tanaman khususnya bagian dari tertentu yang berkhasiat sebagai obat dapat meningkatkan gairah.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2011 in KABAR CIAMIS

 

The Galendo from Ciamis

Salah sahiji katuangan khas ti Ciamis, boh kanggo tuangeun jalmi atanapi tuangeun lauk (kumargi dijantenkeun eupan), nyaeta THE GALENDO. Di handap pribados cutatkeun berita ti TribunJabar. Wilujeng tuang Galendo…

BELAJAR dari pengalaman tahun lalu, pengrajin galendo, makanan khas Ciamis terbuat dari kelapa, Mang Endut Rohedi kini menyediakan stok galendo dua kali lipat menghadapi libur panjang Lebaran 2008.

“Tahun lalu kami kami hanya menyediakan stok galendo 1,5 ton. Tetapi pada H+3 sudah habis, sementara pemudik terus berdatangan dan banyak kecele karena tak kebagian. Makanya tahun ini kami menyiagakan stok tiga ton,” kata Mang Endut Rohedi kepada Tribun, Senin (29/9).

Mang Endut adalah salah seorang dari segelintir pengrajin galendo yang masih terus bertahan memproduksi makanan khas Ciamis tersebut. Ia tak hanya mempertahankan keaslian galendo tetapi juga memperoduksi galendo kontemporer dengan segala inovasinya.

Diantaranya berupa galendo rasa asli, yakni galendo yang dibungkus dengan anyaman bambu kemudian dikemas lagi dengan kotak plastik mirip kemasan brownis. Kemudian galendo rasa keju, rasa pisang dan rasa wijen. Galendo ala Oreo, galendo ala silverqueen hingga galendo bubuk.

Di antara berbagai jenis galendo tersebut menurut Mang Endut, galendo rasa asli yang dibungkus anyaman bambu tetap merupakan jenis galendo yang paling digemari (favorit). Dari 3.000 bungkus galendo rasa asli yang sudah distok, sekarang hanya tersisa 1.000 bungkus.

“Sebagian sudah dibeli perantau maupun pejabat Ciamis yang mau pulang ke kampung atau ke kotanya masing-masing. Bahkan juga banyak pemudik yang sengaja mampir ke sini meski belum Lebaran,” imbuhnya.

Sedangkan untuk anak muda menurut Mang Endut pihaknya menyediakan galendo dengan berbagai variasi dan inovasi dalam kesan tampilan lebih gaul. Harga galendo pun bervariasi mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 32.500, tergantung jenis dan bentuk.

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2011 in KABAR CIAMIS

 

Tepung Ganyong Ciamis Goes to Singapura

Bandung – Siapa sangka kreativitas Siti Solihah alias Ely asal Cisitu Bandung, mampu menembus pasar Negeri Singa. Kreasi Bagelen yang dibuat dari tepung ganyong yang didapatnya dari Ciamis tak disangka mendapat banyak penggemar di Singapura.

“Kita jual seharga $7 Singapura per toplesnya,”ujar Ely bangga. “Pengirimannya memang tidak tentu, tapi dalam seminggu, kira-kira 100 toples bisa terkirim,” tambahnya.

Kelihaian Ely dalam memasarkan bagelen ganyongnya tak lepas dari rajinnya Ely mengikuti berbagai macam seminar dan Food Exhibition di beberapa kota. “Dari acara-acara seperti itu, saya mendapat banyak koneksi. Banyak yang meminta tester, dan kemudian jadi suka, jadinya malah pesen,” ujarnya.

Untuk pasar dalam negeri sendiri, Bagelen Ganyong Nanamie memang baru dipasarkan di Bandung dan Jakarta saja. Bagelen Nanamie cepat mendapat perhatian karena inovasi rasanya yang terbilang unik dan nyleneh. Selain itu, harganya yang terbilang murah, menjadi daya tariknya juga.

Di Bandung, tepatnya di Toko Kue Nanamie, Jl. Cisitu Lama no.23 Bandung, Bagelen Nanamie dijual seharga Rp.20.000/toplesnya. Namun jika sudah keluar dari Toko Kue Nanamie, alias dijual di tempat lain, harganya naik menjadi sekitar Rp 25.000 hingga Rp 30.000.

“Sudah disebar ke beberapa FO di bandung. Malah ada yang tertarik menjadi gerai resmi Nanamie. Kalau ada acara Car Free Day, kita juga ikut jualan di Dago,” celoteh Ely. “Lumayan, biar cepat terkenal,” cuap Ely dengan gaya khasnya.

Bagelen Nanamie juga sudah mendapat gerai di Jakarta. Tepatnya di sebuah Mal di bilangan Jakarta Barat. “Memang gerai-gerai tersebut bukan saya yang mengelola, kalau ada yang mau pesan, lalu dijual lagi, ya tidak apa-apa,” ujar Ely. “Tapi pengen juga punya gerai sendiri,” tambah Ely yang ketika dihubungi sedang berada di Bali. Tentu untuk urusan ekspansi gerai bagelennya.

Produksi per-hari yang hanya berkisar di angka 200 toples membuat Ely masih kewalahan. “Maklum, produksi rumahan, kita juga kan tidak buat bagelen aja. Namanya toko kue, kita juga bikin kue, roti, dan kue-kue kering lainnya,” tutupnya.

dari: http://urangciamis.blogspot.com/2011/04/tepung-ganyong-ciamis-goes-to-singapura.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2011 in KABAR CIAMIS

 

Komunitas Hardtop Ciamis ke Merapi

 

PERTAMA kalinya komunitas Toyota Hardtop Land Cruiser Ciamis melakukan perjalanan (touring) yang cukup jauh. Daerah yang dituju komunitas yang dipimpin H. Engkon Kumara yaitu kawasan yang terkena bencana Gunung Merapi di daerah Sleman, Yogyakarta. Selain untuk menyerahkan bantuan, kegiatan selama tiga hari perjalanan itu, untukmembangun kebersamaan di antara pencinta kendaraan itu.

Rombongan yang menggunakan 21 kendaraan Toyota Hardtop keluaran 1978-1984, berangkat Jumat (28/1) pagi. Posisi start diambil dari depan Pendopo Kab. Ciamis. Turut dalam rombongan Kapolres Ciamis Agus San-toso.Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Ciamis K.H. Agus Abdul Kholik,

Dandim 0613 Ciamis Letnan Kolonel CZI Ito Hardiarto, Kepala Kejaksaan Negeri Muhammad Rosul, dan lainnya.

Jalur yang dilalui Ciamis-Majenang-Banyumas-Kebumen-Kaliurang (Yogyakarta). Selama kurang lebih sembilan jam, rombongan masuk ke daerah Kaliurang. Di tempat itu, dilangsungkan silaturahmi dengan mahasiswa asal Ciamis yang kuliah di Yogyakarta.

Memasuki hari ke dua, perjalanan dilanjutkan dari Kaliurang menyusuri aliran Sungai Kali Gendol. sungai itu sudah tertutup pasir. Rombongan memanfaatkan sungai itu menuju ke Sleman.

“Peserta manjelajahi daerah Kali Gendol yang sudah terkubur oleh pasir Gunung Merapi. Kondisi ini sangatlah disenangi off- roader. Kita semua satu per satu memberanikan diri menjajal medan sungai yang sudah dipenuhi pasir merapi,” kata Herdi Saleh, salah seorang peserta,

Tiba di daerah Sleman, tepatnya di posko bencana, rombogan diterima Wakil Bupati Sleman Hj. Yuni Setia Rahayu. Bantuan diserahkan berupa uang tunai Rp 225 juta untuk korban merapi.

Selain itu, diserahkan Rp 25 juta untuk bantuan pembangunan masjid. Bantuan diserahkan Bupati Ciamis Engkon Komara kepada Yuni Setia Rahayu.

Rombongan juga menyerahkan bantuan sembako senilai Rp 35 juta. Bantuan itu, kata Engkon, sebagai kepedulian \varga Ciamis terhadap warga Sleman yang kena musibah Merapi.

Setelah itu, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Selepas melewati Kali Gendol, lalu jalur dilalui menurun, sampai ke bawah sungai. Di tempat itu, ada bulat yang memanjang.

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan besar di sisi lari Gunung Merapi. Karena hujan turun dan jarak masih jauh, perjalanan ke puncak gunung merapi tidak bisa dilanjutkan.

Rombongan hanya dapat menjajal medan samping Gunung Merapi dan Kali Gendol. Perjalanan pulang disambung dengan jalan desa yang rusak parah sepanjang 12 kilometer, sampai akhirnya tiba di jalan raya yang menghubungkan Kab. Sleman dan Yogyakarta . Rombongan akhirnya kembali ke Ciamis Minggu (30/1). (Anjar As-nurj “kahar Priangan”)***

dari:http://bataviase.co.id/node/556416

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 11, 2011 in KABAR CIAMIS, KABAR YOGYAKARTA

 

PARIWISTA CIAMIS




Peta Wisata Ciamis - Klik pada spot warna.
 


Situ Lengkong – Panjalu

Selamat Datang di Situ LengkongSitu Lengkong Panjalu merupakan perpaduan antara objek wisata alat dan objek wisata budaya. Di objek wisata ini kita bisa menyaksikan indahnya danau (situ) yang berhawa sejuk dengan sebuah pulau terdapat di tengahnya yang disebut Nusa Larang. Di nusa ini terdapat Makam Hariang Kencana, putra dari Hariang Borosngora, Situ LengkongRaja Panjalu yang membuat Situ Lengkong pada masa beliau menjadi raja kerajaan Panjalu.

Untuk menghormati jasa para leluhur Panjalu, maka sampai saat ini warga keturunan Panjalu biasa melaksanakan semacam upacara adat yang disebutNyangku. Acara ini dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Maulud dengan jalan membersihkan Bumi Alitbenda-benda pusaka yang disimpan di sebuah tempat khusus (semacam musium) yang disebut Bumi Alit.

Kegiatan wisata yang bisa dilaksanakan di sini antara lain: berperahu mengelilingi nusa, memancing, camping, dan sebagainya.

Objek wisata ini terletak di Desa/Kecamatan Panjalu dengan jarak kurang lebih 41 km dari kota Ciamis ke arat utara.

Curug Tujuh, Cibolang

Curug Tujuh - CibolangObjek wisata ini mempunyai 7 (tujuh) buah air terjun (curug) yang terdapat pada sebuah bukit di kaki Gunung Sawal. Kita dapat menikmati keindahan dan keasrian ketujuh air terjun tersebut dengan cara mengitari bukit, menapaki jalan setapak mulai dari kaki bukit sampai ke puncak bukit dan kembali lagi.

Terletak di Desa Sandingtaman Kecamatan Panjalu, lebih kurang 35 km arah utara kota Ciamis.

Untuk menuju objek wisata ini dapat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat atau mountaint bike bagi yang mempunyai hobi olahraga sepeda. Bagi Anda yang memerlukan kendaraan umum, Anda dapat naik dari Terminal Ciamis jurusan Kawali Panjalu, atau langsung dari Bandung jurusan Ciamis via Panjalu

Cagar Budaya Astana Gede

Pintu Masuk ke Cagar Budaya Astana GedeTerletak di Desa/Kecamatan Kawali, kurang lebih 21 km arah utara kota Ciamis.

Di sini terdapat beberapa buah Batu Bertulis (Prasasti) yang merupakan cikap bakal bukti keberadaan kerajaan Sunda yang dibuat pada masa pemerintahan Prabu Niskala Wastu Kencana.

Salah satu dari batu bertulis tersebut bertuliskan “Mahayunan Ayunan Kadatuan” yang dijadikan sebagai motto juang kabupaten Ciamis.

Selain batu-batu prasasti terdapat pula peninggalan lainnya berupa:

1. Seperangkat batu disolit, yakni batu tempat pelantikan raja yang disebut Palangka.

2. Batu telapak kaki dan tangan dengan garisBatu telapak kaki retak-retak menggambarkan kekuasaan dan penanggalan (kalender).

3. Tiga buah batu menhir:

a. Batu Panyandaan, b. Batu Panyandangan, c. Batu Pamuruyan (alat untuk bercermin).

 

Cagar Budaya Karangkamulyan – Cijeungjing

Pintu Masuk Cagar Budaya KarangkamulyanCagar Budaya ini merupakan peninggalan pusat Kerajaan Galuh Pusaka yang dikukuhkan oleh Sanghyang Parmanadikusumah.

Di situs ini kita bisa melihat tempat-tempat bekas peninggalan dari legenda Ciung Wanara, salah seorang putera Sanghyang Permanadikusumah.

Peninggalan-peninggalan tersebut antara lain:

1. Batu Pangcalikan ialah bekas singgasana dan tempat bermusyawarah Raja.
2. Penyambungan Ayam, tempat Ciung Wanara menyabung ayam dengan Bondan Sarati.
3. Sanghyang BedilBatu Panyandaan
4. Lambang Peribadatan
5. Sumber Air Citeguh dan Cirahayu
6. Makam Adipati Panaekan
7. Pamangkonan
8. Batu Panyandaan
9. Patimuan
10. Leuwi Sipatahunan tempat bayi Ciung Wanara dibuang di Sungai Citanduy.

Terletak di Desa Karangkamulyan Kecamatan Cijeungjing, lebih kurang 16 km dari kota Ciamis ke arah Timur, dengan fasilitas. Lapangan Parkir, Kios-kios makanan, Rest Area.

Situ Mustika – Cisaga

Situ MustikaObjek wisata ini merupakan situ buatan yang pada awalnya berfungsi sebagai penampung air pada kawasan hutan jati seluas ± 3 hektar.

Terletak di Desa Karangpaningal Kecamatan Purwaharja, tepatnya sebelah kiri jalan propinsi menuju kota Banjar, lebih kurang 24 km arah timur kota Ciamis.

Di sini pengunjung bisa melakukan kegiatan memancing, berperahu dan bersepeda air serta berkemah.

Pantai Indah Pangandaran

Pintu Gerbang Objek Wisata PangandaranObjek wisata yang merupakan primadona pantai di Jawa Barat ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis, memiliki berbagai keistimewaan seperti:

  • Dapat melihat terbit dan tenggelamnya matahari dari satu tempat yang sama

* Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama
sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan amanPasir Putih

* Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih

* Tersedia tim penyelamat wisata pantai

* Jalan lingkungan yang beraspal mulus dengan
penerangan jalan yang memadai

Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona.

Perahu Nelayan PangandaranDengan adanya faktok-faktor penunjang tadi, maka wisatawan yang datang di Pangandaran dapat melakukan kegiatan yang beraneka ragam: berenang, berperahu pesiar, memancing, keliling dengan sepeda,para sailing, jet ski dan lain-lain.

Adapun acara tradisional yang terdapat di sini adalahHajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.

Pesta Hajat LautEvent pariwisata bertaraf internasional yang selalu dilaksanakan di sini adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival)dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.

Fasilitas yang tersedia:
Sudut lain Pantai Pangandaran1. Lapang parkir yang
cukup luas,
2. Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan
tarif bervariasi,
3. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer,
4. Gedung bioskop, diskotik
5. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata,
6. Bumi perkemahan,
7. Sepeda dan ban renang sewaan,
8. Parasailing dan jetski.

Cagar Alam Pananjung

Cagar Alam PananjungCagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar berada dalam pengelolaan SBKSDA Jawa Barat II. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera.

Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatanseperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya.

Untuk Taman Wisata Alam (TWA) dikelola Perum Perhutani Ciamis

Cukang Taneuh (Green Canyon)

Cukang Taneuh (Green Canyon)Green Canyon nama aslinya adalah Cukang Taneuh, terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, ± 31 km dari Pangandaran.

Objek wisata ini merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus gua dengan stalaktif dan stalaknit yang mempesona serta diapit oleh dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan menyajikan atraksi alam yang yang khas dan menantang.

Di mulut gua terdapat air terjun Palatar sehingga suasana di objek wisata ini terasa begitu sejuk. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya panjat tebing (rock climbing), berenang, bersampan sambil memancing.

Untuk mencapai lokasi ini wisatawan dapat menggunakan perahu yang banyak tersedia di Dermaga Ciseureuh, baik perahu tempel maupun perahu kayuh.

Objek wisata ini berdekatan degan objek wisata Batukaras serta Lapangan Terbang Nusawiru.

Pantai Karangnini

Pantai Karangnini, dari atas bukitObjek wisata ini terletak di Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang ± 83 km dari kota Ciamis ke arah Selatan.

Sepanjang jalan dari pintu gerbang ke lokasi, akan Anda nikmati kesejukan hutan jati dengan irama alam liarnya.

Bukan itu saja, pada beberapa bagian jalan ini akan dihidangkan panorama pantai di kejauhan dengan latarAkomodasi Pantai Karangninibelakang Sagara Anakan.

Sungguh sebuah pemandangan yang tak terlupakan apabila Anda datang pada saat cuaca cerah.

Sebelum mencapai pantai Anda pun akan menjumpai Pondok Wisata yang dikelola oleh Perhutani Kabupaten Ciamis. Anda beberapa tipe yang dapat Anda pilih. Dengan tarif/malam yang bersaing Anda dapat Pantai Karang Ninibersantai bersama keluaga menikmati suasana alam yang tenang dengan panorama pantai yang menakjubkan.

Di pantai ini terhampar batu-batu karang yang salah satunya menyerupai seorang nenek (nini dalam bahasa Sunda) yang sedang menunggu si kakek, sehingga tempat ini dinamakan Pantai Karangnini.

Pantai Lembah Putri

Pantai Lembah PutriPantai yang mempunyai panorama yang cukup indah dengan bukit-bukit yang dihiasi dengan gua-gua alam memungkinkan di objek wisata ini dilakukan kegiatan olahraga layang gantung gantole serta motocross.

Terletak di Desa Ciputrapinggan, ± 85 km dari kota Ciamis.

 

Pantai Batu Karas

Pantai BatukarasObjek wisata yang satu ini merupakan perpaduan nuansa alam antara objek wisata Pangandaran dan Batu Hiu dengan suasana alam yang tenang, gelombang laut yang bersahabat dengan pantainya yang landai membuat pengunjung kerasan tinggal di kawasan ini. Terletak di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang dengan jarak ± 34 km dari Pangandaran.

Pantainya yang landai dengan air laut tenang nan biruRumah Makan Pantai Batukarasmenanti Anda untuk segera berenang menikmati airnya yang segar.

Anda bisa nikmati suasana tenang dengan angin sepoi-sepoi menikmati hidangan di rumah makan yang tersedia. Pandangan lepas ke ujung cakrawala memberi Anda ketenangan dan kenangan berlibur yang menyenangkan.

Pondok Wisata BatukarasKegiatan wisata yang dapat dilakukan selain berenang antara lain: berperahu di bengawan, berkemah dan berselancar.

Jika liburan Anda bersama keluarga, akomodasi telah tersedia untuk Anda, ada pondok wisata yang dilengkapi dengan arena bermain dan rumah ibadah. Pondok wisata ini dikelola langsung oleh Diparda Kabupaten Ciamis.

Fasilitas lainnya yang tersedia antara lain: Hotel, Camping Ground, Kios Cinderamata, sewaan papan selancar dan ban renang.

Pantai Batu Hiu

Pantai Batu HiuTerletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, ± 14 km dari Pangandaran ke arah Selatan. Memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan Wong, kita menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.

Sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang yang menyerupai ikan hiu, karena itulah tempat ini dinamakan Batu Hiu.

Hembusan angin pantai menemani kita saat melepaskan pandangan ke arah samudra atau hamparan pantai sebelah timur yang terbentang hingga Pangandaran.

Anda dapat menikmati suasa alam pantai dengan berjalan-jalan di bukit yang teduh atau duduk santai bersama keluarga.

Sungguhpun Anda tidak dapat berenang karena ombaknya yang cukup besar, Anda masih bisa berjalan-jalan di pantai menikmati simbahan busa butih yang datang bersama debur ombak Batuhiu.

Jangan lupa untuk membawa cinderamata sebagai oleh-oleh bagi keluarga di rumah yang bisa Anda dapatkan di Batuhiu.

Pantai Karang Tirta

Pantai Karang TirtaObjek wisata ini terletak di Desa Sukaresik Kecamatan Pangandaran ke arah Batu Hiu belok kiri.

Di objek wisata ini pengunjung selain dapat menikmati keindahan alam juga melakukan rekreasi berupa bersampan, memancing dan berkemah.

Fasilitas yang bersedia berupa kedai makanan dan minuman dan pondok wisata.

Pantai Keusik Luhur

Pantai Keusik LuhurMerupakan perpaduan antara alam pegunungan dengan panorama pantai. Dari sebuah bukit kita bisa menyaksikan bergeloranya samudra Indonesia dengan gelombang laut selatan menghempas karang, sehingga buih-buih putih birunya laut lepas.

Gelombang laut mengangkat pasir ke atas batu karang yang terjal sehingga orang menamakannya Keusikluhur(keusik = pasir, luhur = tinggi).

Objek wisata ini terletak di Desa Kertamukti Kecamatan Cimerak dengan jarak ± 45 km dari Pangandaran ke arah selatan

Gua Donan – Kalipucang

Gua DonanMerupakan gua alam dengan luas areal ± 2,5 hektar. Memiliki panjang sekita 500 meter, dengan keunikan yang jarang terdapat di gua-gua lain. Di dalamnya terdapat lorong/ruangan luas yang berisi batu karang yang mirip binatang purba, kursi kerajaan serta dihiasi stalaknit dan stalaktit.

Objek wisata ini terletak di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang di pinggir kanan jalan propinsi menuju Pangandaran, dengan jarang ± 72 km dari kota Ciamis.

Pemandian Alam Citumang

CitumangTerletak di Desa Bojong Kecamatan Parigi, ± 13 km arah timur Pangandaran, berada dalam kawasan hutan jati milik Perum Perhutani.

Objek wisata ini memiliki keunikan tersendiri, dimana aliran sungai Citumang yang airnya sangat jernih menerobos gua-gua karang sehingga pengunjung bisa melakukan kegiatan berenang di air terjun, menelusuri hutan yang di dalamnya banyak terdapat gua-gua.


 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 21, 2011 in KABAR CIAMIS

 

PSGC TEAM

Daftar Pemain PSGC 2010

Pengurus Tim PSGC CIAMIS 2010

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 21, 2011 in KABAR CIAMIS

 
 
%d blogger menyukai ini: