RSS

Seniman Priangan tidak Bisa Nyanyikan Laras Pelog Secara Benar

18 Apr

RETNO HERIYANTO/"PRLM"

RETNO HERIYANTO/”PRLM”
SENIMAN karawitan Sunda Atang Warsita saat memaparkan titi laras karawitan Sunda pada Seminar Titi Laras Karawitan Sunda, bertempat di Ruang Rapat Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Senin (18/4).*

BANDUNG, (PRLM).- Semua seniman priangan tidak bisa menyanyikan atau mengumandangkan laras pelog secara benar, kalau tanpa dibarengi dengan gamelan pelog yang masih asli dari Jawa. Pada kenyataannya yang mereka laras bukanlah laras pelog yang sama dengan gamelan pelog, akan tetapi yang mereka laras tersebut adalah laras degung.

Demikian diungkapkan seniman karawitan, Atang Warsita, dalam “Seminar Titi Laras Karawitan Sunda kegiatan Pembinaan Apresiasi Seni di Jawa Barat”, di ruang rapat lantai 3 kantor Disparbud Jabar, Jl. RE. Martadinata Kota Bandung, Senin (18/4). “Laras pelog itu bukan milik karawitan sunda atau priangan, keberadaan laras pelog dalam karawitan sunda priangan mungkin karena pertama laras pelog tersebut enak di dengar dan yang kedua ada kemiripan dengan laras degung,” ujar Atang, dalam Seminar yang dihadiri sejumlah seniman sunda, staf pengajar musik, mahasiswa dan pelajar.

Dalam sambutanya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Ir. H. Herdiwan, Iing Suranta, M.M., mengatakan acara seminar ini digelar berawal dari kegelisahan Wakil Gubernur Dede Yusuf, bahwa penggalian, pembaharuan, hal-hal baru tentang seni dan budaya Jawa Barat masih kurang. “Selama ini, hanya pagelaran kesenian yang ditampilkan. Sedangkan, penggalian hal-hal baru tentang seni dan budaya masih jarang dilaksanakan. Ini salah satu tujuan kita agar seni dan budaya ini digali lebih luas lagi,” ujar Herdiwan.

Dikatakan Herdiwan, bahwa Atang Warsita sebagai seniman karawitan beranggapan bahwa ada yang belum sempurna dalam Titi Laras Karawitan Sunda ini. Oleh karenanya, diperlukan penyempurnaan agar supaya Titi Laras ini bisa menjadi lebih lengkap. “Sebelum digelar seminar ini Pak Atang melontarkan gagasan tentang kurang lengkapnya titi laras sunda. Mendengar hal tersebut, Disparbud mencoba untuk mengakomodir dan memfasilitasi. Baru sekarang seminar ini bisa terlaksana,” ujar Herdiwan.

Hal seperti ini, lanjut Herdiwan, akan kita coba terus laksanakan. Jika ada gagasan atau ide tentang pembaharuan tentang seni dan budaya, akan kita coba fasilitasi. “Siapapun itu, jika itu memang untuk keberlangsungan atau kepedulian tentang seni dan budaya akan kita coba akomodir,” ujar Herdiwan. (A-87/A-147)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/142084

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2011 in SENI BUDAYA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: