RSS

Dipusatkan di Alun-alun Kab. Garut Disparbud Akan Gelar “Kirab Seni Budaya”

18 Apr
Senin, 18/04/2011 – 13:56

BANDUNG, (PRLM).- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat akan menggelar “Kirab Seni Budaya” di Zona Budaya Priangan I. Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Garut diselenggarakan pada tanggal 20-21 April 2011.

Kirab Seni Budaya yang rencananya akan dibuka Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, melibatkan seniman, budayawan dan pekerja seni dari Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasik, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kota Bandung dan Kabupaten Sumedang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ir. H. Herdiwan Iing Suranta, MM., mengatakan Kirab Seni Budaya ini, merupakan kegiatan yang dianggap mampu menjadi transformasi budaya dari 3 zona beda budaya, yaitu Zona Cirebon, Zona Priangan dan Zona Melayu Betawi.

“Kegiatan ini tidak lagi memandang sebagai peristiwa transformasi budaya. Tapi juga sebagai sumber inspirasi ragam etnik dalam satu rumpun budaya sehingga akan memberikan warna yang lain bagi creator seni,” ujar Herdiwan, didampingi Kepala Bidang Kesenian dan Perfilman Drs. H. Jaenudin.

Provinsi Jawa Barat, menurut Herdiwan, dipetakan dalam 3 zona beda budaya. Ini merupakan asset budaya yang menguntungkan karena didalamnya memiliki aneka ragam etnik yang sarat dengan kreasi dan filosofi struktur berbeda di masing-masing zona. “Karen itu, diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi dan rangsangan kreatifitas seni dalam upaya mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan pelaku seni tradisional,” ujar Herdiwan.

Dikatakan Herdiwan, Kirab Seni Budaya ini dibuat dalam format pagelaran, helaran seni tradisional yang berada di wilayah zona budaya Cirebon, Priangan dan Melayu Betawi serta pameran seni rupa, kerajinan, Kriya dan kuliner. “Format karya seni hasil olahan atau murni yang berakar seni tradisional Jawa Barat, yang berada dan tumbuh di 3 zona beda budaya,” ujar Herdiwan.

Secara umum, menurut Herdiwan, pengertian pemeliharaan kesenian tidak sekedar pelestarian, revitalisasi, rekonstruksi seni tetapi lebih jauh kesenian harus pula mempunyai kesempatan untuk diperkenalkan kepada masyarakat agar kesenian tersebut menjadi bagian dari kelompok masyarakat serta mampu memberikan pencitraan bagi masyarakat pendukungnya.

“Dari beberapa jenis kesenian, Karawitan Teater, Padalangan, Musik, Tari, Sastra, Rupa dan film semuanya harus memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari kelompok masyarakat secara seimbang,” ujar Herdiwan. (A-87/A-147)**

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 18, 2011 in SENI BUDAYA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: