RSS

GALUH DAN CIAMIS

26 Mar

Proses berdirinya Kabupaten Ciamis diawali dengan penyusunan Sejarah Galuh,dimaksudkan untuk menelusuri dan mengkaji Sejarah Galuh secara menyeluruh. Ada 2 pendapat tentang proses tersebut yaitu:

  1. Berdasarkan Titimangsa Rahyangta di Medangjati,.. yaitu berdirinyaKerajaan Galuh oleh Wretikkandayun tanggal 23 Maret 612 Masehi atau zaman Rakean Zamri yang juga disebut Raiyang Sanjaya sebelumSang Manarah berkuasa.
  2. Berdasarkan Tanggal dan tahun dari beberapa peristiwa berikut: (a). Digantinya nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis oleh Bupati Raden Tumenggung Sastra Winata pada Tahun 1916 (b).Pindahnya pusat pemerintahan dari Imbanagara ke Cibatu (Ciamis) oleh Bupati Raden AA.Wiradikusumah pada tanggal 15 Januari 1815 (c).Berpindahnya pusat Kabupaten Galuh dari Gara Tengah yang letaknya disekitar Cineam (Tasikmalaya) ke Barunay (Imbanagara) pada tanggal 12 Juni 1642.

Dan hasil akhirnya menyimpulkan bahwa Kabupaten Ciamis berdiri pada tanggal 12 Juni 1642, yang kemudian dikukuhkan dengan Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ciamis tanggal 17 Mei 1972 Nomor:22/V/KPTS/DPRD/1972. Dengan Keputusan DPRD tersebut diharapkan seluruh masyarakat mengetahui, sehingga akan lebih bersemangat untuk membangun Tatar Galuh ini sejalan dengan Moto Juang Kabupaten Ciamis: “Pakena Gawe Rahayu Pakeun Heubeul Jaya Dibuana, Mahayunan Ayuna Kadatuan” artinya apa ya?..hehehe. Kata Galuh berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti Batu Permata. Kerajaan Galuh berarti Kerajaan Batu Permata yang indah gemerlap, subur makmur, Gemah Ripah loh Jinawi Aman Tentreum Kertaraharja…Dari sejarah terungkap bahwa pendiri Kerajaan Galuh adalah Wretikkandayun, ia adalah putra bungsu dari Kandiawan yang memerintah Kerajaan Kendan selama 15thn (597-612M) yang kemudian menjadi Pertapa di Layungwatang (daerah Kuningan) dan bergelar Rajawesi Dewaraja atau Sang LayungwatangWretikkandayun berkedudukan di Medangjati, tetapi ia mendirikan pusat pemerintahan yang baru dan diberi nama Galuh (yang lokasinya kurang lebih di desa Karang Kamulyan sekarang). Ia dinobatkan pada tanggal 14 Suklapaksa bulan Caitra Tahun 134 Caka (kira-kira 23 Maret 612 Masehi). Tanggal tersebut dipilihnya benar-benar menurut tradisi Tarumanagara,karena tidak saja dilakukan pada hari purnama melainkan juga pada tanggal itu matahari terbit tepat di titik timur. Tujuan Wretikkandayun membangun pusat pemerintahan di daerah Karang Kamulyan (sekarang) adalah untuk membebaskan diri dari Tarumanagara, yang selama itu menjadi Negara “Adikuasa” (kalau sekarang mah kaya Amerika nu Presiden na Mang Jos Bus). Oleh karena itu demi mewujudkan obsesinya ia menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Kalingga di Jawa Tengah, bahkan putra bungsunya Mandi Minyak di jodohkan dengan Parwati putri sulungMaharanissima. Kesempatan untuk menjadi negara yang berdaulat penuh terjadi pada tahun 669 ketika Linggawarman (666-669M) Raja Tarumanagara yang ke-12 wafat. Ia digantikan oleh menantunya (suami Dewi Manasih) bernama Terus Bawa berasal dari Kerajaan Sunda Sumbawa. Terus Bawa inilah yang pada saat penobatannya tanggal 9 Suklapaksa Bulan Yosta Tahun 951 Caka (kira-kira 17 Mei 669 Masehi)mengubah Kerajaan Tarumanagara menjadi Negara Sunda. Masa Kerajaan Galuh berakhir kira-kira tahun 1333 Masehi ketika Raja Ajiguna Lingga Wisesa atau Sang Dumahing Kending (1333-1340M) mulai bertahta di Kawali, sedangkan kakaknyaPrabu Citra Gada atau Sang Dumahing Tanjung bertahta di Pakuan Pajajaran.Lingga Wisesa adalah kakek Maharaja Lingga Buana yang gugur pada “Perang Bubat” tahun 1357 yang kemudian diberi gelar Prabu Wangi. Ia gugur bersama putri sulungnya Citra Resmi atau Diah Pitaloka. Diah Pitaloka mempunyai adik laki-laki yang bernama Wastu Kancana. Ketika Perang Bubat berlangsung Wastu Kancana baru berusia 9 tahun dibawah bimbingan pamannya yaitu Mangkubumi Suradipati aliasSang Bumi Sora atau Batara Guru di Jampang. Wastu Kancana berkembang menjadi seorang calon Raja yang seimbang keluhuran budi pekerti lahir bathin, seperti tersebut pada wasiatnya yang tertulis pada Prasasti Kawali yaitu: diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Negara akan jaya dan unggul perang bila rakyat berada dalam kesejahteraan~kareta beber, Raja (pemimpin) harus selalu berbuat kebajikan~Pakena Gawe Rahayu“...Itulah syarat yang menurut wasiatnya untuk dapat Pakeun Heubeul Jaya Dina Buana, Pakeuna Nanjeur Najuritan untuk menuju Mahayunan Ayuna Kadatuan…

Pada masa pemerintahan Prabu Niskala Wastu Kancana negara dan rakyatnya berada dalam keadaan Aman Tentreum Kertaraharja, para Abdi Dalem patuh dan taat terhadap peraturan Ratu yang dilandasi oleh Purbatisti dan Purbajati. Wastu Kancana mempunyai 2 orang istri, yaitu: Larasati (putri Resi Susuk Lampung) dan Mayangsari.Putra sulung dari Larasati yang bernama Sang Halimun diangkat menjadi penguasa Kerajaan Sunda berkedudukan di Pakuan Pajajaran pada tahun 1382. Dari Mayangsari, Wastu Kancana mempunyai 4 orang putra, yaitu: (1) Ningrat Kencana (2) Surawijaya (3) Gedeng Sindangkasih (4) Gedeng Tapa. Ningrat Kencana diangkat menjadi Mangkubumi di Kawali dengan gelar Surawisesa. Wastu Kancana wafat pada tahun 1475 Masehi dan digantikan oleh Ningrat Kencana dengan gelar Prabu Dewa Niskalaberkedudukan di Kawali yang hanya menguasai Kerajaan Galuh, karena Kerajaan Sunda dikuasai oleh kakaknya yaitu Sang Halimun yang bergelar Prabu Susuk Tunggal.Dengan wafatnya Wastu Kancana, maka berakhirlah periode Kawali yang berlangsung selama 142 tahun (1333-1475M). Dalam periode tersebut Kawali menjadi pusat pemerintahan dan keraton Surawisesa menjadi persemayaman Raja-rajanya terlebih lagi Sribaduga Maharatu Haji sebagai pewaris terakhir tahta kerajaan Galuh dari ayahnya Dewa Niskala yang pusat kerajaannya di keraton Surawisesa pindah kePakuan Pajajaran (kalau sekarang mah jadi Kota Hujan-Bogor tea…) untuk merangkap jabatan menjadi Raja Sunda yang dianugerahkan dari mertuanya, maka sejak itu Galuh Sunda bersatu kembali menjadi Pakuan Pajajaran di bawah kekuasaan Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata yang kini lazim disebut Prabu Siliwangi. Penanggalan pada zaman Kerajaan Galuh Biharinampaknya kurang tepat bila dijadikan penanggalan Hari Jadi Kabupaten Ciamis, karena luas teritorialnya sangat jauh berbeda dengan keadaan Kabupaten Ciamis sekarang. Nama Kerajaan Galuh baru muncul tahun 1595 Masehi, yang sejak itu mulai masuk kekuasaan Mataram. Adapun batas-batas kekuasaanya sebagai berikut:

# Di sebelah Timur: Sungai Citanduy.

# Di sebelah Barat: Galunggung Sukapura.

# Di sebelah Utara: Sumedang & Cirebon.

# Di sebelah Selatan: Samudera Hindia.

Prasasti Kawali

Daerah-daerah Majenang, Dayeuh Luhur dan Pagadingan termasuk juga daerah Galuh masa itu (menurut: Dr.F.Dehaan) dan ternyata dari segi adat istiadat dan bahasa masih banyak kesamaan dengan Tatar Pasundan terutama sekali di daerah pegunungan. Kerajaan Galuh itu terbagi menjadi beberapa pusat kekuasaan. Kerajaan Galuh pada saat itu terbagi menjadi beberapa pusat kekuasaan yang dipimpin oleh Raja-raja kecil (Kandaga Lante), yang kemudian dianggap sederajata dengan Bupati yang diantara satu dengan yang lainnya masih mempunyai hubungan darah mempunyai perkawinan. Pusat-pusat kekuasaan tersebut berada di wilayah Cibatu, Gara Tengah, Imbanagara, Panjalu, Kawali,Utama (Ciancang), Kertabumi (Bojong Lopang) dan Kawasen (Desa Banjarsari). Pengaruh kekuasaan Mataram sedikit banyak mewarnai tata cara pemerintahan dan budaya Kerajaan Galuh dari tata cara Buhun sebelumnya pada zaman itu mulai ada pergeseran antara Bupati yang satu dengan Buapti yang lainnya. Seperti Adipati Panaekan putra Prabu Galuh Cipta Pertamana diangkat menjadi Bupati (Wedana-semacam Gubernur) di Galuh oleh Sultan Agung.Pengangkatan itu menyulut perselisihan faham antara Adipati Panaekan dengan Adipati Kertabumi yang berakhir dengan tewasnya Adipati Panaekan. Jenazahnya dihanyutkan ke sungai Citanduy dan dimakamkan di Pasarean Karangkamulyan. Sebagai penggantinya ditunjuk Adipati Imbanagara yang pada waktu itu berkedudukan di Gara Tengah (Cineam-Tasikmalaya). Usaha Sultan Agung untuk melenyapkan kekuasaan VOC di Batavia pada penyerangan pertama mendapat dukungan penuh dariAdipati Ukur (sekarang nama beliau digunakan nama jalan di Kota Kembang Jl.Dipati Ukur Unpad gitu lochhh…) walaupun pada penyerangan itu gagal. Pada penyerangan kedua ke Batavia, Adipati Ukur mempergunkan kesempatan tersebut untuk membebaskan daerah Ukur dan sekitarnya dari pengaruh kekuasaan Mataram. Politik Adipati Ukur tersebut harus dibayar mahal, yaitu dengan terbunuhnya Adipati Imbanagara (yang dianggap tidak setia lagi kepada Mataram) oleh utusan Mataram yang dipenggal kepalanya dan dibawa ke Mataram sebagai barang bukti. Sedangkan badannya dimakamkan di Bolenglang (Kertasari). Tetapi kepala Adipati Imbanagar dapat direbut oleh para pengikutnya walaupun terjatuh di sungai Citanduy, yang kemudian tempat jatuhnya disebut Leuwi Panten. Kedudukan Adipati Imbanagara selanjutnya digantikan oleh putranya yang bernama Mas Bongsar atau Raden Yogaswara dan atas jasa-jasanya dianugerahi gelar Raden Adipati Panji Jayanegara. Pada masa pemerintahan beliau, pusat kekuasaan pemerintahan dipindahkan dari Gara Tengah ke Calingging yang kemudian dipindahkan lagi keBarunay (Imbanagara sekarang), pada tanggal 14 Maulud atau 12 Juni 1642 Masehi.Perpindahan pusat Kabupaten Galuh dari Gara Tengah ke Imbanagara mempunyai arti penting dan makna yang sangat dalam bagi perkembangan Kabupaten Galuh berikutnya merupaka era baru pemerintahan Galuh menuju terwujudnya Kabupaten Ciamis di kemudian hari, karena:

  1. Peristiwa tersebut membawa dampak yang positif terhadap perkembangan pemerintahan maupun kehidupan masyarakat Kabupaten Galuh yang mempunyai batas teritorial yang pasti dan terbentuknya sentralisasi pemerintahan.
  2. Perubahan tersebut mempunyai unsur perjuangan dari pemegang pimpinan kekuasaan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan rakyatnya dan adanya usaha memerdekakan kebebasan rakyatnya dari kekuasaan penjajah.
  3. Kabupaten Galuh dibawah pemerintahan Bupati Raden Adipati Arya Panji Jayanegara mampu menyatukan wilayah Galuh yang merdeka dan berdaulat tanpa kekerasan.
  4. Adanya pengakuan terhadap kekuasaan Mataram dari Kabupaten Galuh semata-mata dalam upaya memerangi VOC dan hidup berdampingan secara damai.
  5. Sejarah perkembangan Kabupaten Galuh tidak dapat dipisahkan dari Sejarh terbentuknya Kabupaten Ciamis itu sendiri. Dirubahnya nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis pada tahun 1916 oleh Bupati Raden Tumenggung Sastrawinata (sampai sekarang belum terungkap alasannya merupakan fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri dan dihindari).

dari: http://ahmedt.wordpress.com/2008/08/02/galuh-is-ciamis/

 

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 26, 2011 in GALUH

 

3 responses to “GALUH DAN CIAMIS

  1. habibhasnanhabib

    Februari 4, 2013 at 6:00 am

    Menarik, baca Blogku juga ya !

    http://panyutro.blogspot.com/2013/02/trah-ki-ageng-mangir-saat-saat-terakhir.html

    Aku menangis saat menulis ini, bukan masalah siapakah dia, tetapi kenapa dia berani mengambil keputusan yang menyebabkan dia harus mati mempertahankan keyakinannya, persis seperti kakek moyangnya Ki Ageng Mangir yang juga harus wafat demi keyakinannya,

    Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, Penggagas Negara Islam Indonesia, dijatuhi hukuman mati oleh Presiden–sekaligus mantan teman satu perguruannya Soekarno. Satu guru satu ilmu, Namun beda nasib Pelaksanaan hukuman mati dilangsungkan Pada tgl 5 September 1962 di sebuah Pulau di Utara Jakarta

     
  2. esa

    Februari 6, 2015 at 1:49 am

    Pnjajah slama brcokol ratusan tahun sudah ‘mnrjunkn’ banyak pakr2nya dr brbagai disiplin ilmu utk mmanipulasi(mngalih kburkn,mngganti tukrkn,mnghpus buatkn,mmbangun hancurkn,mmbawa tinggalkn,dsb braneka mcm bukti2+sjarah aslinya. Yg trjadi tntunya banyak prbdaan,prdbatan bahkn prtntangan antar agama,suku,golongan di antara banyak ssama anak bangsa.

     
  3. esa

    Februari 6, 2015 at 2:09 am

    Bbrapa contoh strategi jahat pnjajah : mnghpus n mngganti nama2 tmpat,gunung,sungai,dll, brkuasa mngatur paksa campur tangan trhdap pmimpin2 yg ‘takluk’, mnghncurkn istana2 krajaan yg trus mlakukn prlawanan perang n mmbangun istana2 pnjajah yg skrang mnjadi pninggalan yg dibangga2kn,dsb, mmcah belah wilayah nusantara,indonesia mnjadi negara2 bagian,RIS,celakanya ditandatangi pmimpin2 ‘yg kapok’ atau tdk mau meneruskn prlawanan perang, ‘hilangnya istana2 krajaan2 di tatar sunda, mmbunuh langsung pmimpin2 pjuang yg melawan perang ,n atau melalui ‘rekayasa tangan2 pmimpin2 lainnya bangsa yg dijajah’, dsb, intinya banyak skali strategi jaht pnjajah scra sistematis n rapih n mncapai target. Bangsa nusantara blm spenuhnya ‘merdeka’,masih ada pnjajahn fisik ipoleksosbudhankam,hukum,dll.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: