RSS

Komunitas Hardtop Ciamis ke Merapi

11 Feb

 

PERTAMA kalinya komunitas Toyota Hardtop Land Cruiser Ciamis melakukan perjalanan (touring) yang cukup jauh. Daerah yang dituju komunitas yang dipimpin H. Engkon Kumara yaitu kawasan yang terkena bencana Gunung Merapi di daerah Sleman, Yogyakarta. Selain untuk menyerahkan bantuan, kegiatan selama tiga hari perjalanan itu, untukmembangun kebersamaan di antara pencinta kendaraan itu.

Rombongan yang menggunakan 21 kendaraan Toyota Hardtop keluaran 1978-1984, berangkat Jumat (28/1) pagi. Posisi start diambil dari depan Pendopo Kab. Ciamis. Turut dalam rombongan Kapolres Ciamis Agus San-toso.Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Ciamis K.H. Agus Abdul Kholik,

Dandim 0613 Ciamis Letnan Kolonel CZI Ito Hardiarto, Kepala Kejaksaan Negeri Muhammad Rosul, dan lainnya.

Jalur yang dilalui Ciamis-Majenang-Banyumas-Kebumen-Kaliurang (Yogyakarta). Selama kurang lebih sembilan jam, rombongan masuk ke daerah Kaliurang. Di tempat itu, dilangsungkan silaturahmi dengan mahasiswa asal Ciamis yang kuliah di Yogyakarta.

Memasuki hari ke dua, perjalanan dilanjutkan dari Kaliurang menyusuri aliran Sungai Kali Gendol. sungai itu sudah tertutup pasir. Rombongan memanfaatkan sungai itu menuju ke Sleman.

“Peserta manjelajahi daerah Kali Gendol yang sudah terkubur oleh pasir Gunung Merapi. Kondisi ini sangatlah disenangi off- roader. Kita semua satu per satu memberanikan diri menjajal medan sungai yang sudah dipenuhi pasir merapi,” kata Herdi Saleh, salah seorang peserta,

Tiba di daerah Sleman, tepatnya di posko bencana, rombogan diterima Wakil Bupati Sleman Hj. Yuni Setia Rahayu. Bantuan diserahkan berupa uang tunai Rp 225 juta untuk korban merapi.

Selain itu, diserahkan Rp 25 juta untuk bantuan pembangunan masjid. Bantuan diserahkan Bupati Ciamis Engkon Komara kepada Yuni Setia Rahayu.

Rombongan juga menyerahkan bantuan sembako senilai Rp 35 juta. Bantuan itu, kata Engkon, sebagai kepedulian \varga Ciamis terhadap warga Sleman yang kena musibah Merapi.

Setelah itu, rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Selepas melewati Kali Gendol, lalu jalur dilalui menurun, sampai ke bawah sungai. Di tempat itu, ada bulat yang memanjang.

Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan besar di sisi lari Gunung Merapi. Karena hujan turun dan jarak masih jauh, perjalanan ke puncak gunung merapi tidak bisa dilanjutkan.

Rombongan hanya dapat menjajal medan samping Gunung Merapi dan Kali Gendol. Perjalanan pulang disambung dengan jalan desa yang rusak parah sepanjang 12 kilometer, sampai akhirnya tiba di jalan raya yang menghubungkan Kab. Sleman dan Yogyakarta . Rombongan akhirnya kembali ke Ciamis Minggu (30/1). (Anjar As-nurj “kahar Priangan”)***

dari:http://bataviase.co.id/node/556416

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 11, 2011 in KABAR CIAMIS, KABAR YOGYAKARTA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: