RSS

KUJANG DAN JATI DIRI

23 Jan

BANYAK orang memberi makna terhadap kujang. Beberapa peneliti menyatakan istilah kujang berasal dari kata Kudihyang dengan akar kata Kudi dan Hyang. Kudi berarti senjata sakti, Hyang merupakan rajanya para dewa. Sehingga Kudihyang dimaknai sebagai senjata sakti milik raja para dewa.

Kujang identik dengan identitas dan eksistensi kebudayaan masyarakat Sunda (Anis Djatisunda). Kujang digambarkan sebagai senjata (Djamadil AA, dkk) yang memiliki kekuatan supranatural (Mr Moebirman), dan simbol konsep ajaran Sunda Besar (Aris Kurniawan Joedamanggala).

Lainnya mengacu pada istilah kukuh kana jangji (teguh memegang janji). Janji meneruskan perjuangan nenek moyang untuk menegakan cara?ciri manusa dan cara-ciri bangsa. Cara?ciri manusia yaitu welas asih (cinta kasih), tatakrama (etika berprilaku), undak usuk (etika berbahasa), budi daya budi basa, wiwaha yuda na raga “ngaji badan”. Sedangkan lima cara?ciri bangsa yaitu rupa, basa, adat, aksara, dan kebudayaan.

Namun peneliti kujang, Budi Dalton, berharap perbedaan cara pandang tersebut tidak dijadikan alat berdebat. “Kujang bukan buat diperdebatkan. Tapi kode-kode yang sudah bisa kita mengerti, segera dilakoni atau dijalankan,” tandasnya.

Sementara budayawan Aat Soeratin mengungkap perbedaan cara pandang tentang kujang, justru memberi cakrawala lebih luas kepada generasi muda saat ini untuk menjaga dan mempelajari kujang.

“Belajar tentang kujang bahkan bisa menjadi bekal kita untuk berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia. Jangan kita terus-terusan nuturkeun budaya barat,” tandas Aat Soeratin. (ricky reynald yulman)

Catatan di Pantun Bogor

SETELAH melakukan penelitian tentang kujang koleksinya, Budi memiliki catatan sendiri tentang beragam fungsi kujang. Sebagian besar telah tercantum dalam Pantun Bogor.

Berikut pembagiannya :

1. Kujang Pusaka (lambang keagungan dan pelindungan keselamatan)

2. Kujang Pakarang (alat berperang, buat menangkis serangan)

3. Kujang Pangarak (alat upacara adat)

4. Kujang Pamangkas (sekarang masih dipakai alat berladang)

5. Kujang Sajen (alat upacara adat)

Berdasar bentuk bilah, ada kujang yang disebut :

1. Kujang Jago (menyerupai bentuk ayam jantan)

2. Kujang Badak (menyerupai badak)

3. Kujang Ciung (menyerupai burung ciung)

4. Kujang Kuntul (menyerupai burung kuntul/bango)

5. Kujang Naga (menyerupai binatang mitologi naga)

6. Kujang Geni

7. Kujang Bangkong (menyerupai katak)

8. Kujang Buta

9. Kujang Lanang

10. Kujang Balati (biasa dipakai tusuk sanggul)

11. Kujang Daun

Bagian?bagian Kujang

1. Papatuk/congo (ujung yang menyerupai panah, atau paruh burung)

2. Eluk/siih (lekukan atau gerigi bagian punggung)

3. Waruga (badan kujang)

4. Pamor (garis atau bintik di badan kujang)

5. Mata (lubang kecil jumlah bervariasi)

6. Tonggong (sisi tajam di bagian punggung)

7. Beuteung (sisi tajam di bagian perut)

8. Tadah (lengkungan menonjol di bagian bawah perut)

9. Paksi (ekor kujang)

10. Combong (lubang di gagang kujang untuk mewadahi paksi)

11. Selut (ring di ujung atas gagang kujang)

12. Ganja (gagang atau tangkai kujang)

13. Kowak (sarung kujang)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2011 in PENINGGALAN

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: