RSS

Arsip Bulanan: Januari 2011

SILATURAHMI BUPATI CIAMIS, YAYASAN MITRA GALUH DAN KPM GALUH RAHAYU

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 31, 2011 in DEP INFOHUM

 

HASIL KEGIATAN FUTSAL COMPETITION KPM GALUHRAHAYU I

PANITIA PELAKSANA FUTSAL COMPETITION 

Dalam rangka:

DIES NATALIS KE-45

KPM “GALUH RAHAYU” CIAMIS-YOGYAKARTA

PERIODE 2010-2011

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat dan ridho-Nya kita dapat melaksanakan kegiatan ini. Serta shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad S.A.W, keluarganya, para  sahabatnya serta kita semua sebagai umatnya. Amin.

Pada kesempatan ini kami sebagai panitia pelaksana kegiatan Futsal dalam rangka Dies Natalis ke-45 KPM “GALUH RAHAYU” CIAMIS-YOGYAKARTA PERIODE 2010-2011, akan menyampaikan laporan hasil kegiatan sebagai perwujudan rasa tanggungjawab kami selaku pelaksana dari kegiatan tersebut. Hal ini dipandang sangat penting sebagai bahan evaluasi dan barometer bagi kegiatan yang akan datang.

Dengan demikian, hal ini dapat menjadi motivasi pada kepanitiaan yang akan datang supaya lebih baik lagi dan dapat mengambil langkah-langkah yang lebih inovatif, efektif, efisien dan konstruktif dalam kegiatan selanjutnya.

Kami selaku panitia merasa banyak sekali kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini, oleh karena itu kami mohon maaf kepada semua pihak atas segala kekurangan dan kealfaannya. Dan tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Allah SWT membalas amal baik kepada kita semua. Amin.

  Harapan kami semoga laporan ini dapat berguna bagi semua pihak dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Akhir kata, semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua dan mudah-mudahan kegiatan yang akan datang dapat terlaksana dengan lancar dan lebih baik lagi.

Yogyakarta, 21 Januari 2011

Panitia Pagelaran Nusantara

Dalam rangka:

Hari Pahlawan dan Milangkala VIII Sanggar Seni “Simpay”

KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta

Periode 2010-2011 

 

 

 

NURDIANA

Ketua 

       AZIZ ABDILLAH

Sekretaris

 

 

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

PANITIA PELAKSANA FUTSAL COMPETITION

Dalam rangka:

DIES NATALIS KE-45

KPM “GALUH RAHAYU” CIAMIS-YOGYAKARTA

PERIODE 2010-2011

A           PENDAHULUAN

Dengan maksud menggali dan membina potensi/bakat generasi muda dalam bidang olahraga hususnya futsal, maka KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta mengadakan kegiatan Futsal Competititon dengan menjadi salah satu mata lomba dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-45 PM “Galuh Rahayu” Ciamis- Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini kami menjalin kerjasama sepenuhnya dengan Pengurus PEMKOT Yogyakarta,  pemerintah provinsi DI. Yogyakarta, dan PEMDA Ciamis.

 

B            KONDISI OBJEKTIF

Dalam dinamika perjalana kegiatan yang kami laksanakan sudah barang tentu banyak sekali hal-hal yang kami alami, baik itu dalam bentuk positive maupun dalam bentuk negative dan tidak lepas dari adanya pengaruh internal dan eksternal terhadap kepanitiaan. Fakto internal ini ditandai dengan keterbatasan jumlah panitia yang menangani kegiatan bidang ini karena terbagi-bagi dalam tiap-tiap bidang kegiatan serta adanya beberapa panitia yang tidak dapat mengikuti kegiatan sepenuhnya disebabkan adanya kepentingan akademis bahkan ada yang berbenturan dengan kepentingan-kepentingan yang bersifat pribadi sehingga menyebabkan koordinasi dan konsolidasi kepanitiaan tidak berjalan secara maksimal, Tapi dalam hal ini kami pun segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi kendala itu dengan membentuk tim sukses, walaupun orang-orang yang bekerja hanya itu-itu saja, didukung juga dengan pengaturan jadual yang tidak tumpang  tindih, sehingga pembagian personil dapat diatasi.

Dalam hal ini dukungan yang paling responsif dan sepenuhnya dari PEMKOT Yogyakarta,  pemerintah provinsi DI. Yogyakarta, dan PEMDA Ciamis, serta pihak-pihak lain yang mendukung lancarnya kegiatan ini sekaligus seluruh para pemain yang pada intinya memberikan respon positif yang ditunjukan dengan cukup banyaknya jumlah tim yang mendaftar. Alhamdulillah pada dasarnya  jumlah tim yang mengikuti mencukupi targetan panitia.      

C           MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Terciptanya kesempatan mengembangkan potensi diri khususnya dalam bidang olahraga.
  2. Terciptanya masyarakat sehat Jasmani dan Rohani.
  3. Menggali potensi generasi muda  dalam bidang olahraga khususnya Futsal.
  4. Meningkatkan prestasi olahraga futsal.
  5. Membentuk sikap profesionalisme pemain.
  6. Menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan turut menciptakan suasana pertandingan fair play.
  7. Menjalin hubungan silaturahim dan mempererat hubungan antar komunitas mahasiswa daerah se-Indonesia  yang berada di Yogyakarta.

 

 

D           TEKNIS DAN PELAKSANAAN DILAPANGAN

Teknik pelaksanaan di lapangan sesuai dengan peraturan PSSI dan FIFA. Pada pelaksanaannya kami meminta bantuan beberapa orang wasit untuk memimpin jalanya pertandingan. Adapun beberapa tugas yang dapat kami handle, diambil alih oleh panitia.    Sedangkan waktu dan tempat pelaksanannya sebagai berikut :

Tanggal            :  23-24 Oktober 2010

Waktu              :  Pukul 08.00 WIB s.d. selesai

Tempat            :  Lapang Jogja Futsal Land  

E            PESERTA

Peserta terdiri dari tim-tim profesional serta beberapa komunitas daerah yang ada di Yogyakarta.

Daftar peserta Futsal Competition Dies Natalis ke-45 KPM “GALUH RAHAYU” Ciamis-Yogyakarta.

NO NAMA TEAM NO NAMA TEAM
1 CALAMOA II 17 FORTUNE FC
2 BETIONG II 18 BOSTO TNJ
3 VENCEDOR A 19 SCHATZY
4 VENCEDOR B 20 GPS
5 WML 21 AGUNG SQUAD
6 WALLET PC 22 NERACA FUTSAL HOLIK
7 KBH FC 23 PMY
8 HIMMAKA MAJALENGKA 24 THE HIMER’S
9 PERKURAY 25 PANCANITI CIANJUR FC
10 ASRAMA PAHID 26 KAMURA
11 METRO XILON FC 27 MILIRAN UTD
12 ECLIPT 28 NANKATSU
13 BK B 2008 UAD 29 AB FUTSAL
14 INDRAMAYU A 30 KPM BANJAR PATROMAN
15 INDRAMAYU B 31 RO FC.
16 CIVIL UJB 32 SWALOW FC.

F            STRUKTUR KEPANITIAAN

Untuk struktur kepanitiaan terlampir.

 

G           LAPORAN KEUANGAN

Untuk laporan keuangan terlampir.

 

H           PENUTUP

Demikian laporan Panitia Kegiatan Dies Natalis ke-45 KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta dalam Bidang Olahraga untuk diketahui pihak terkait, semoga laporan sederhana ini dapat bermanfaat dan sebagai bahan informasi untuk generasi/ Pejuang Galuh Rahayu di masa yang akan datang. Kami segenap panitia pelaksana mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu atas terselenggaranya kegiatan kami ini, sehingga dapat berjalan dengan lancar dan kami memohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan dalam laporan ini. Karena ” Tak ada gading yang tak retak.”

 

Yogyakarta, 21 Januari 2011

Panitia Pagelaran Nusantara

Dalam rangka:

Hari Pahlawan dan Milangkala VIII Sanggar Seni “Simpay”

KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta

Periode 2010-2011

 

 

 

NURDIANA

Ketua

       AZIZ ABDILLAH

Sekretaris

 

 

        Mengetahui,

Pengurus

KPM “Galuh Rahayu” Ciamis –Yogyakarta

Periode 2010-2011

 

 

 

SAMSUL MUARIP

Ketua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran

 

SUSUNAN PANITIA PELAKSANA

FUTSAL COMPETITION

 

PELINDUNG

Ir. Hj. Rufi’at Sutarmadji, S.U.

(Ketua Yayasan Mitra Galuh)

 

PENASEHAT

Rano Sumarno, S.Si

Ki Demang Wangsafiudin, S.H.

Eka Budiana, S.Pd

Lukmanul Hakim, M.H.

Abdul Khopid, M.Ag

PENANGGUNGJAWAB

Samsul Muarip

(Ketua KPM “Galuh Rahayu” Ciamis – Yogyakarta Periode 2010-2011)

ORGANIZING COMMITE :

Ketua                    : Nurdiana (UIN ’08)

Sekretaris             : Aziz Abdillah (UAD ’09)

Bendahara                        : Eka Lusiana (UAD ’09)

 

Seksi-seksi

Acara:

Pipit (UNY ’09)

Asep Zery K. (UNY ’08)

Maya (UAD ’09)

Ahmad M.S. (UIN ’07)

Rasidi (UIN ’07)

Deni Sunarya (UAD ’08)

Fryska B.T (UNY ’09)

Oki (UIN ’09)

Novi Setiawati (UIN ’09)

Usaha Dana:

Apid Firmasyah (UAD ’08)

Andi Pujianto (UAD ’08)

Permana (UIN ’09)

Warisno (UAD ’09)

Furqon (UIN ’10)

Ahmad Farsi (UMBY ’10)

Irma Nur’aini (UIN ’09)

Dokumentasi & Publikasi:

 Bayu Munawar (UTY ’08)

Galuh Anugrah (UGM ’08)

Idham Panji P. (UIN ‘07)

Dani (UGM ’09)

Indra (ISI ’09)

Galih (UGM ’09)

Oti (UAD ’09)

Heriani (UIN ’09)

Rafika (UIN ’09)

Humas & Perizinan:

Avid Maulana Saputra (UIN ’06)

Didit Adi Darmawan (UNY ’07)

Miftah (UJB ’07)

Cipta (UPN ‘08)

Denda (UIN ’09)

Nisfi Laela (UIN ’07)

Ipah Syarifah Anwar (UIN ’09)

Peralatan:

Tohirin (UAD ’09)

Arif Hidayat (UJB ’09)

Arif Rahmani (UII ’08)

Erik (UNY ’08)

Agil Heru A. (UMBY ’07)

Agus (AKPRIND ‘09)

Jejen Hendar (UIN ’09)

Siti Saadatul M. (UIN ’09)

Siti Hajar (UIN ’09)

Konsumsi:

Syarif H. (UIN ’09)

Deni Romdhon (UTY ‘05)

Ardian Saputra (UAD ’09)

Yuliana (UNY ’08)

Nenden (SSAG ’07)

Risma (UNY ’08)

Mila (Respatih ’09)

Titin (UNY ’09)

 

Lampiran

  1. Technical Meeting

 

Hari Pelaksanaan

 Tim Juara

 

Panitia

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2011 in DEP OLAHRAGA

 

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PAGELARAN

 

PANITIA PELAKSANA KEGIATAN

PAGELARAN NUSANTARA

Dalam rangka:

HARI PAHLAWAN DAN MILANGKALA VIIII SANGGAR SENI “SIMPAY”

KPM “GALUH RAHAYU” CIAMIS-YOGYAKARTA

PERIODE 2010-2011

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas Rahmat dan ridho-Nya kita dapat melaksanakan kegiatan ini. Serta shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad S.A.W, keluarganya, para  sahabatnya serta kita semua sebagai umatnya. Amin.

Pada kesempatan ini kami sebagai panitia pelaksana kegiatan PAGELARAN NUSANTARA Dalam rangka: HARI PAHLAWAN DAN MILANGKALA VIIII SANGGAR SENI “SIMPAY” KPM “GALUH RAHAYU” CIAMIS-YOGYAKARTA PERIODE 2010-2011, akan menyampaikan laporan hasil kegiatan sebagai perwujudan rasa tanggungjawab kami selaku pelaksana dari kegiatan tersebut. Hal ini dipandang sangat penting sebagai bahan evaluasi dan barometer bagi kegiatan yang akan datang.

Dengan demikian, hal ini dapat menjadi motivasi pada kepanitiaan yang akan datang supaya lebih baik lagi dan dapat mengambil langkah-langkah yang lebih inovatif, efektif, efisien dan konstruktif dalam kegiatan selanjutnya.

Kami selaku panitia merasa banyak sekali kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini, oleh karena itu kami mohon maaf kepada semua pihak atas segala kekurangan dan kealfaannya. Dan tak lupa kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Allah SWT membalas amal baik kepada kita semua. Amin.

  Harapan kami semoga laporan ini dapat berguna bagi semua pihak dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Akhir kata, semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua dan mudah-mudahan kegiatan yang akan datang dapat terlaksana dengan lancar dan lebih baik lagi.

Yogyakarta, 15 Desember 2010

Panitia Pagelaran Nusantara

Dalam rangka:

Hari Pahlawan dan Milangkala VIII Sanggar Seni “Simpay”

KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta

Periode 2010-2011 

 

 

 

NURDIANAKetua         AZIZ ABDILLAH Sekretaris

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

PANITIA PELAKSANA KEGIATAN

PAGELARAN NUSANTARA

Dalam rangka:

HARI PAHLAWAN DAN MILANGKALA VIIII SANGGAR SENI “SIMPAY”

KPM “GALUH RAHAYU” CIAMIS-YOGYAKARTA

PERIODE 2010-2011

 

A. PENDAHULUAN

            Negara Indonesia terdiri dari beragam seni dan budaya yang masing-masing mempunyai karakter dan ciri khas masing-masing dari berbagai suku bangsanya yang perlu kita jaga kelestariannya. Pengetahuan dan kecintaan masyarakat terhadap suatu kesenian dan kebudayaan akan timbul apabila dapat berapresiasi dengan kesenian dan kebudayaan itu sendiri, meskipun dalam perjalannya sering menemui hambatan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu menghargai para pahlawannya. Akhir-akhir ini bangsa kita sedang mengalami krisis multidimensi termasuk krisis karakter sebagai bangsa indonesia. Penghargaan pada pahlawan pun sangat memprihatinkan. Dengan keadaan ini sanggar seni Simpay sebagai garda depan pelestari budaya bangsa tergugah untuk melakukan sesuatu. Dengan seni tradisi Sanggar Seni ”Simpay” ingin menggugah kesadaran bangsa ini.

             Demi terjaganya kelestarian kesenian dan kebudayaan bangsa yang semakin lama semakin tergusur oleh budaya global, maka kami sebagai generasi muda penerus bangsa punya tanggungjawab besar untuk mempertahankan serta mengangkat kembali seni budaya tradisional. Oleh karena itu, Sanggar Seni “Simpay” KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta akan mengadakan sebuah pagelaran seni budaya dalam acara Pagelaran Nusantara dalam rangka Hari Pahlawan, Milangkala VIII Sanggar Seni “Simpay” dan Malam Puncak Dies Natalis Ke-45 KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta. Dengan pagelaran seni ini diharapkan dapat menambah wawasan dan merangsang keterlibatan emosi dan kecintaan masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia.

             Besar harapan kami semoga niat baik untuk mempertahankan dan meningkatkan   kecintaan masyarakat terhadap seni budayanya sendiri, akan menjadi modal besar untuk kita semua guna mempertahankan  kesenian dan kebudayaan bangsa khususnya seni budaya sunda agar tetap eksis selamanya. Amin

B. KONDISI OBJEKTIF

            Adapun kondisi objektif dalam pelaksanaan kegiatan ini terbagi kedalam dua kondisi yaitu:

  1. Kondisi Internal

Kegiatan Pagelaran Nusantara dalam rangka Hari Pahlawan, Milangkala VIII Sanggar Seni “Simpay” dan Malam Puncak Dies Natalis Ke-45 KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta ini dilaksanakan oleh seluruh Pengurus dan Warga KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta yang tergabung dalam kepanitiaan Panitia Pagelaran Nusantara dalam rangka Hari Pahlawan, Milangkala VIII Sanggar Seni “Simpay” dan Malam Puncak Dies Natalis Ke-45 KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta pada hari sabtu pukul 19.30 WIB tanggal 6 November 2010 di Asrama “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta.

Permasalahan yang dihadapi dalam kepanitiaan ini adalah masih kurangnya koordinasi antar panitia yang dikarenakan oleh kebutuhan akademik dari panitia yang berbeda-beda, jadi semua tanggungjawab dipikul oleh segelintir orang saja dari kepanitiaan yang memang tercantum sebagai koordinator di bidangnya masing-masing. Akan tetapi dengan segala permasalahan yang melanda tubuh panitia akhirnya kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar berkat bantuan semua pihak yang peduli dan komitmen terhadap kegiatan ini meskipun tidak tergabung dalam kepanitiaan. Kegiatan ini menampilkan pagelaran diantaranya Oratorium, Karinding, Angklung and Big Band, Kolaborasi Musik Tradisional dan Modern, Calung, Tari Jaipong, Pompom Boy,

  1. 2.      Kondisi Eksternal

                        Faktor biaya untuk mendukung acara ini masih jauh dari harapan. Minimnya minat sponsorship untuk menanamkan investasinya pada kegiatan ini menjadi faktor utama dari minimnya dana yang diperoleh, selain itu juga kepedulian pemerintah dalam upaya kami melestarikan budaya bangsa dalam bentuk materil masih jauh dari harapan mungkin disebabkan adanya kepentingan lain yang sama-sama perlu mendapatkan alokasi dana. Untuk memenuhi anggaran dana yang diperlukan untuk kegiatan, kami menggunakan dana dari KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta diluar anggaran yang telah ditetapkan. Dan semoga saja sikap yang kami ambil ini tidak mengakibatkan terhambatnya kegiatan lain yang telah ditetapkan dalam program kerja KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta. Akan tetapi dari berbagai persoalan yang kami hadapi dari sebelum pelaksanaan, pada saat pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan kegiatan tersebut kami rasakan tidak ada yang sia-sia. Selain menambah pengalaman kita dalam dunia pementasan, manajemen organisasi dan menambah persaudaraan kita juga memperoleh respon yang positif dari berbagai kalangan.

C. PENUTUP

 Demikian laporan Panitia Pelaksana Kegiatan Pagelaran Nusantara dalam rangka Hari Pahlawan, Milangkala VIII Sanggar Seni “Simpay” dan Malam Puncak Dies Natalis Ke-45 KPM ”Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta ini untuk diketahui oleh seluruh pihak yang terkait. Harapan kami semoga laporan kegiatan ini dapat bermanfaat, dan kami segenap panitia pelaksana kegiatan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung atas terselenggaranya kegiatan ini dan kami memohon maaf atas segala kekurangannya.

Yogyakarta, 15 Desember 2010

                                                                                               Panitia Pagelaran Nusantara

Dalam rangka:

Hari Pahlawan dan Milangkala VIII Sanggar Seni “Simpay”

KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta

Periode 2010-2011 

 

 

 

 

NURDIANAKetua         AZIZ ABDILLAH Sekretaris

 

   Mengetahui,

Pengurus

KPM “Galuh Rahayu” Ciamis –Yogyakarta

Periode 2010-2011

 

 

 

SAMSUL MUARIP

Ketua

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN FOTO-FOTO KEGIATAN

a. Pembukaan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis

 

b. Pembagian Hadiah Perlombaan rangkaian Dies Natalis ke-45 KPM “Galuh Rahayu”

  

 

c. Musik Karinding

  

 

d. Angklung and Big Band

e. Musik Kolaborasi

f. Tari Jaipongan

g. Calung

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2011 in DEP SENIBUDAYA

 

GREBEG SYAWAL GALUH RAHAYU 1431H/2010

Kebiasaan yang cukup unik yang juga masuk program kerja dari gauh rahayu erutama deparemen kewrgaan yakni Gerebeg syawal yang pada kesempatan itu dilakukan pada tanggal 13-15 september 2010, peserta yang hadir mencapat 30 orang dengan menggunakan kendaraan bermotor kami berjalan dari satu rumah kerumah lainnya

beberapa warga yang berkesempatan tersinggahi untuk taun ni diantaranya: Kang Upiq (Ciamis), Kang Eka (Pangandaran), Friska (Cijulang), Om Dapiq (Batukaras),Dede Darwan (Batukaras), Mang Pandu (Legok Jawa), Meita (Kubang pari), A Ari Sugianto (Pangandaran), Panji (Pangandaran), Asep Jery (Lakbo), Pak Ali (Banjar)..dan disetiap rumah tiada laitiada buka yakni santap khas daerahnya masing-masing.

selain bisa lebih mengenal lebih dekat dengan teman-teman kita juga sebagai sarana mengenali daerah ciais khusnya dari yang tadinya tidak tau menjadi lebih tau. akhir dari kegiatan ini biasanya nyebur di pantai pangandaran dan jalan jalan di daerah pariwisata yang ada.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2011 in DEP KEWARGAAN

 

RONGGENG GUNUNG BERAKSI DI MALIOBORO STRET CARNIVAL dan PANGGUNG NUSANTARA



Galuh rahayu sebagai organisasi kedaerahan yang terus menerus konsen terhadap seni dan kebudayaan daerahnya berusaha untuk terus mengapresiasi dan menampilakan kebudayaan khas daerahnya, dengan sanggar Seni Simpy-nya galuh rahayu terus berkarya di bidang seni tari dan musik tradisi dan tak heran apabila di beberapa event besar di yogyakarta galuh rahayu seingkali di undang untuk menamplkan kreasinya.

Dalam acara Malioboro Stret arnival yang diadakan oleh dinas pariwisata yogyakarta yang diharakan acara ini mampu menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk datang ke yogyakarta. kegiatan yang dilakukan rutin ini dimeriahkan dengan arak arakan dari berbagai kumpulan  daerah yang menyuguhkan keseian dan kehasan daerahnya masing-masing. kegiatan ini dilakukan disepanjang jalan malioboro sampai titik no jogja, galuh rahayu yang juga menjadi salah satu pesertanya tampil layaknya orang sunda dengan pakaian sederhana hitam-hitang menggunakan ikat kepala khas sunda dengan menggunakan alat usik calung yang terbuat dari bambu galuhrahayu mampu memberikan suasana yang unik pada acara tersebut ditambah pula maskot yang ditampilkan yakni seorang kakek kakek tua yang janggu putih sera badannya yang sudah bungkuk yang lebih dikenal dengan nama Wa Lengser dan Boneka Cepot yang menyebabkan orang banyak bergerombol untuk berpoto bersama.



Pada malam harinya galuh rahayu menampilakan kesenian khas dari daerah pesisir kabupaten ciamis yakni Tari Ronggeng gunung, Tari ini dilakukan oleh sepuluh orang laki-laki yang berperan sebagai bajo dan dua orang wanita sebagai penarinya para penari laki-laki menari berkelling, gerakan yang yang tidak terlalu sulit membuat para penontn ikut bergoyang mengikuti aluan musik khas ronggeng gunug tida terkecuali para wisatawan asing yang turut hadir dalam kesematan tersebut.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2011 in DEP SENIBUDAYA

 

KPM GALUH RAHAYU MENANAM DI MERAPI

Pada hari senin 23 januari 2011 KPM Galuh Rahayu Ciamis Yogyakarta, Mapala APMD, Mapala Respati Bersama organisasi PALM (Penanaman Lereng Merapi)  melakukan penanaman bibit pohon di daerah petungan lereng merapi.

sejak pukul 6.00 kami sudah berrangkat menuju lereng merapi dikarenakan penanaman bibit pohon harus di lakukan sebelum jam sepuluh siang, karena pabila dilakukan lebih dari jam itu di hawtirkan tanaman yang sudah di tanam akan mati sehingga hasl kerjakeras kita sia-sia.

Kami dijemput menggunakan mobil dari pesantren al Qodir bersama sembilan teman dari Asrama Galuh, sekitar pukul tujuh kami sudah sampat di lereng merapi yang sudah siap kami tanami, disana hanya ada warga yang rumahnya hilang terkena libasan wedusgembel mereka mulai menanami lahan mereka dengan bibit-bibit pohon yang ada, tidak membuang waktu kami langsung mengambil cangkul dan dua karung bibit pohon yang sudah siap tanam dan beberapa turus yang akan kami gunakan sebagai tiang yang akan mengokohkan pohon dari ngin yang berhembus tanpa terhalangi pepohonan yang memang pohon-pohonnya sudah kering dan mati, sebelum menanam kami berdoa terlebih dahlu untuk korban-korban merapi dan berharap semuanya akan segera pulih kembali.

sekitar 200 pohon yang diantaranya pohon albasiah, mahoni dan jabon telah kami tanam bersama dengan pemilik tanah di sekitar itu, untuk melakukan hal itu kami hanya butuh waktu dua jam, setelah selsei kami kembali ke tempat pengumpulan bibit disana sudah berkumpul sekitar 70 orang yang siap menanmi lereng merapi mereka yang diantaranya merupakan Mapalaska APMD dan Respati tanpa lama-lama menunggu setelah diberi arahan dan komando bergerak kami langsung berhambur menanami lereng merapi di wiliyah lain, pekerjaan kami berlangsung sampai pukul 12.00 dan barulah kami makan siang bersama setelah bekerja setengah hari itu dan akhirnya saling bercengkrama sebelum kami pulang ke tempat masing-masing.(sm)

 

Kujang, Warisan Leluhur Tatar Pasundan

(diambil dari http://www.bogor.net)

Kujang adalah sebuah senjata unik, yang pada > mulanya berasal dari daerah Jawa Barat, tepatnya di Pasundan (Sunda). Senjata ini dikenal dengan namaKujang. Tak adanya kata yang pantas di dalam bahasa Inggris, sehingga Kujang dianggap sama dengan “sickle” (arit/sabit), sekalipun wujudnya menyimpang dari bentuk asli sebuah arit/sabit. Tidak sama juga dengan “scimitar” yang bentuknya cembung. Dan di Indonesia disebut “chelurit” (celurit).

Kehidupan orang-orang Jawa di sebelah Timur Pulau Jawa menyebut Kujang sebagai “kudi”. Bagi mereka yang tidak mengetahui, penduduk asli Pulai Jawa tidak semuanya asli orang Jawa. Sementara di bagian Barat Pulau Jawa mayoritas diduduki oleh etnik Sunda.

Selama ini senjata Kujang telah di abadikan dalam sebuah monumen di pusat kota bekas kerajaan tatar sunda, Kerajaan Pajajaran, yakni di Kota Bogor. Bahkan keberadaan Tugu Kujang ini dapat pula disebut sebagai tuju satu-satunya yang ada di Indonesia.

Kujang penuh dengan misteri. Pasalnya, menurut cerita di dalam senjata Kujang itu memiliki sebuah kekuatan magis dengan maksud yang penuh rahasia (gaib). Menambahkan di dalam figur Kujang yang sesungguhnya, terletak/terdapat suatu filosofi Warisan Hindu. Adalah jelas sekali dari sebelumnya bahwa “pedang” mistik ini telah diciptakan lebih sebagai azimat, a symbolical object d’art, daripada sebagai sebuah senjata.

Selanjutnya, ciptaan asli dari Kujang sebenarnya terinspirasi dari sebuah alat kebutuhan pertanian. Alat ini telah dipergunakan secara luas pada abad ke-4 sampai dengan abad ke-7 Masehi. Kujang terbaru dibuat sedikit berbeda from the tilling implements fashioned by the pandai besi terkenal, Mpu Windu Sarpo, Mpu Ramayadi, dan Mpu Mercukundo, sebagaimana yang dapat kita lihat di museum lokal. Hanya saja pada abad ke-9 sampai abad ke-12 Masehi wujud dari Kujang berbentuk seperti yang dikenal sekarang ini.

Pada tahun 1170 terjadi perubahan pada Kujang. Nilai Kujang sebagai sebuah jimat atau azimat telah diakui secara berangsur-angsur oleh raja dan bangsawan dari Kerajaan Pajajaran Makukuhan, khususnya pada masa pemerintahan Prabu Kudo Lalean. Pada waktu di salah satu tempat bertapanya, Kudo Lalean mendapat ilham untuk mendesain ulang bentuk dari Kujang dengan menyesuaikan bentuknya dengan bentuk dari Pulau “Djawa Dwipa”, yang dikenal sebagai jawa pada saat itu. Dengan segera raja menugaskan keluarga kerajaan pandai besi, Mpu Windu Supo, untuk membuat mata pisau (Kujang) yang ada di dalam pikirannya. Ini telah menaruh sifat-sifat mistik dan filosofi spiritual, sebuah objek bertenaga gaib, unik di dalam desainnya, sesuatu yang pada generasi mendatang akan selalu berasosiasi dengan Kerajaan Pajajaran Makukuhan.

Setelah masa meditasinya, Mpu Windu Supo menetapkan bayangan dari Kudo Lalean (visualisasi) dan memulainya dengan membuat sebuah prototype (bentuk dasar/purwa rupa) Kujang tersebut. Kujang ini memiliki 2 buah karateristik yang mencolok bentuknya yang menyerupai Pulau Jawa dan terdapat 3 lubang di suatu tempat pada mata pisaunya.

Membuat pisau Kujang yang menyerupai bentuk Pulau Jawa mengartikan cita-cita akan penyatuan kerajaan-kerajaan kecil Jawa menjadi satu Kerajaan Makukuhan. Tiga lubang pada pisaunya untuk melambangkan Trimutri, atau tiga aspek Ketuhanan dari agama Hindu, yang juga ditaati oleh Kudo Lalean. Tiga aspek Ketuhanan menunjuk kepada Brahama, Wishnu dan Shiva, Trinitas Hindu (Trimurti) juga digambarkan/diwakilkan dengan 3 kerajaan utama pada masanya, secara berturut-turut, Kerajaan Pengging Wiraradja, berlokasi di bagian Timur Jawa Kerajaan Kambang Putih, berlokasi di north-east of island dan Kerajaan Pajajaran Makukuhan berlokasi di Barat.

Bentuk Kujang berkembang lebih jauh pada generasi mendatang. Model-model yang berbeda bermunculan. Ketika pengaruh Islam tumbuh di masyarakat, Kujang telah dibentuk ulang menyerupai hurus Arab “Syin”. Ini sebagian muslihat dari wilayah Pasundan, Prabu Kian Santang, yang merasa khawatir untuk merubah rakyat menjadi Islam.

Mengetahui bahwa Kujang menyimpan filosofi Hindu dan agama dari kultur yang ada, para raja muslim, imam, sajak (kalimat) syahadat dalam setiap manusia bersaksi akan Tuhan Yang Esa dan Nabi Muhamad sebagai utusan-Nya. Dengan mengucapkan kalimat syahadat, ia (tiap manusia) secara otomastis masuk Islam. Modifikasi Kujang memperluas area mata pisau dimana secara geografis sesuai kepada Pasundan atau Jawa bagian Barat untuk menyesuaikan diri dengan bentuk dari huruf Syin. Kujang model terbaru seharusnya dapat mengingatkan si pemiliknya dengan kesetiannya kepada Islam dan ajaranya 5 lubang ini melambangkan 5 tiang dalam Islam (rukun Islam).

Dengan pengaruh agama Islam, beberapa model Kujang melukiskan inter-blending penghapusan paduan akan 2 style/gaya dasar dari Kujang yang didesain oleh Prabu Kudo Lalean dan Prabu Kian Santang.

Seiring berkembangnya zaman, saat ini Kujang biasa dipajang untuk mendekorasi rumah yang diyakini bisa membawa semacam keberuntungan, memberi perlindungan, kehormatan, dll. Kujang biasanya dipajang berpasangan di dinding mata pisau yang tajam sebelah dalam saling berhadapan. Ini merupakan tabu. Larangan, bagaimanapun, tidak seorangpun boleh mengambil fotonya sedang berdiri diantara 2 kujang tersebut, ini akan menyebabkan kematian terhadap orang tersebut didalam waktu 1 tahun tidak lebih tapi bisa kurang. Saya telah diyakinkan oleh seorang praktisioner senior Kejawen mengenai kebenaran hal ini, sebagaimana beliau telah menyaksikan sendiri.

Kenapa kejadian ini tidak diketahui secara pasti, kita mungkin menganggap ini sebagai takhayul, suatu kebetulan atau synchronicity tetapi di balik setiap fenomena hukum alam dan intelejensi/ kecerdasan > bekerja kita hanya perlu mencaritahu apakah hukum tersebut dan kesiapan fikir/pemikiran tentang kecerdasan metafisika mengarah pada hukum tersebut untuk mengetahui alasan atas keganjilan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 23, 2011 in PENINGGALAN

 
 
%d blogger menyukai ini: