RSS

GELAR SENI RAKYAT JABAR 2010 ; Yogya Aman dan Istimewa

15 Des

 

YOGYAKARTA sebagai kota budaya tetap kokoh berdiri untuk memberikan kenyamanan. Tidak hanya di bidang akademisi tapi juga ketenangan batin masyarakatnya yang global melalui seni budaya. Bukan kota politik yang haus akan kekuasaan, melainkan kota yang mampu menerima budaya daerah lain untuk saling berdampingan sebagai benteng terhadap globalisasi yang mampu menggerus generasi muda Indonesia pada kesesatan. Itu yang terlihat pada Gelar Seni Rakyat Jawa Barat (Jabar) ‘Kesenian sebagai Media Diplomasi Kebudayaan’, di Sosietet Taman Budaya Yogyakarta, Senin (13/12). Acara ini digelar Keluarga Pelajar dan Mahasiswa (KPM) Jabar Yogyakarta bersama SKH Pikiran Rakyat didukung SKH Kedaulatan Rakyat. Sekaligus menjadi salah bukti bahwa Yogyakarta aman dan masih tetap berbudaya, bahkan mampu menjadi tujuan wisata utama. Manager Marketing Communications Pikiran Rakyat, Windu Djajadireja mengungkapkan bahwa medianya turut memberitakan Yogyakarta sebagai kota yang aman untuk dikunjungi. Acara ini tidak lepas dari pertunjukan tari dan musik seperti Karinding, tari Keurseus, tari Merak, Kembang Gadung, tari rakyat (Cikeruhan Naek Kangsreng), tari Topeng, Rampak Kendang, tari Jaipongan dan Bajidoran. Selain itu mampu mengundang tawa penonton karena aksi MC dari Rano Sumarno dan Ucup Galuh yang berperan sebagai Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Kedua MC ini tidak sekadar menjadi penyambung satu penampil dengan penampil lainnya, tapi juga sedikit berteater spontan tapi lucu. Bahkan dalam setiap waktu mengungkapkan keberpihakannya pada keistimewaan Yogyakarta. “Budaya merupakan salah satu benteng besar untuk membangun karakter bangsa. Karena itu jika budaya ini tergilas globalisasi maka kita akan kehilangan jati diri. Dengan gerakan jati diri bangsa yang dilakukan pelajar dan mahasiswa yang berada di Yogya ini, menjadi salah satu wujud dari berhasilnya pendidik Yogya. Yogya merupakan daerah istimewa yang kami cintai dan banggakan sebagai salah satu provinsi yang dulunya adalah negara merdeka. Namun mempercayakan pemerintahan dan rakyatnya untuk berada di belakang Indonesia yang baru saja merdeka,” jelas Dr Ikke Dewi Sartika MPd, mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar. (*-3) -g

Cetak Berita
Kirim ke teman

dari:http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=231407&actmenu=44

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 15, 2010 in KABAR YOGYAKARTA, KEGIATAN MAHASISWA DJOGJA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: