RSS

Bupati Ciamis Optimis PAD Bakal Naik 20 Persen

05 Des

CIAMIS, (PRLM).- Pendapatan asli daerah (PAD) Kabuten Ciamis bakal meningkat sekitar dua puluh persen dari sebelumnya. Optimisme tersebut berkenaan dengan ditetapkannya tujuh belas rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah tentang pajak dan retribusi daerah, yang sebelumnya merupakan kewenangan pemerintah pusat dan provinsi, dikembalikan ke daerah.

”Dengan adanya perda yang baru tersebut, kami optimis PAD Ciamis akan dapat meningkat sekitar dua puluh persen. Adanya penambahan tersebut, kami perkirakan PAD akan bertambah menjadi Rp 65 miliar – 70 miliar. Jumlahnya cukup sigifikan,” tutur Bupati Ciamis Engkon Komara usai memperingati Hari Korpri, PGRI dan hari AIDS, yang diadakan di Alun-alun Ciamis, Senin (29/11).

Dia mengungkapkan selama ini PAD dari sektor pajak dan retribusi daerah hanya dalam kisaran Rp 52 miliar. Dengan PAD yang kecil dan terbatas tersebut, pemerintah daerah mengalami kesulitan untuk dapat melakukan pembangunan secara optimal. Engkon juga mengatakan adanya peningkatan PAD yang bersumber dari pajak dan retribusi, merupakan prestasi tersendiri bagi Ciamis.

”Adanya kenaikan PAD, tentunya kami bisa lebih leluasa dalam mengelola keuangan daerah. Penambahan tersebut juga mampu mendongkrak realisasi pembangunan daerah,” katanya.

Adanya penyerahan sejumlah pajak da restibusi yang sebelumnya ditarik oleh pusat dan provinsi, yang kemudian diserahkan kepada daerah, lanjut dia, seiring dengan diberlakukannya Undang Undang nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Undang Undang nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Bupati Ciamis mengungkapkan sejumlah Pperda yang disetujui menjadi perda , di antaranya Pajak Hotel, Pajak Reklame, Retribusi Tempat Pelelangan Ikan, Retribusi Terminal, Retribusi izin Trayek dan lainnya.

Anggota DPRD Ciamis Yana D Putra mengatakan, upaya optimalisasi penarikan pajak tersebut harus diikuti dengan pengawasan, serta aturan atau regulasi yang lebih teknis. Dengan demikian, maka akan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kebocoran atau kesalahan penanganan karena tidak adanya aturan.

”Jangan sampai terjadi penarikan pajak dan retribusi tidak optimal karena regulasinya yang tidak ada. Dengan demikian tidak dapat disalahkan jika dalam praktinya ada yang tidak dapat ditarik,” ujarnya. (A-101/das)***

DARI:http://www.pikiran-rakyat.com/node/128477

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 5, 2010 in KABAR CIAMIS

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: