Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum ka Warga Galuh sadaya..

‘Merupakan karya pertama dari Departemen Keilmuan dan Litbang’

Ciamis Selatan Merupakan Sebuah Harapan ??

Fenomena keinginan berpisahnya satu daerah untuk membentuk daerah otonomi sendiri melalui mekanisme pemekaran wilayah yang sudah di rencanakan secara top down maupun melalui usulan warganya saat ini menunjukkan keinginan masyarakat wilayah tersebut untuk memperoleh benefit yang lebih besar dari proses pembangunan disamping kendala-kendala yang tejadi secara administrasi karena jauhnya letak geografis wilayah tersebut dari pusat kekuasaan provinsi/kabupaten, kurangnya pelayanan publik dll.

Hal terrsebut cukup membuat kita miris karena akan berimplikasi pada berbagai hal disamping dampak yang nyata bagi provinsi/kabupaten yang ditinggalkan seperti berkurangnya PAD (pendapatan asli daerah) , ruwetnya inventarisasi asset Pemda, biaya tambahan saat proses peralihan juga masalah tata kepegawaian yang harus disolusikan. Hal yang cukup membuat miris dari pemekaran wilayah adalah kurangnya SDM yang berkualitas dari daerah yang baru dimekarkan karena adanya keinginan dari setiap daerah tersebut agar putra daerahnyalah yang memimpin dan mengelola roda pemerintahan, hal tersebut selain berdampak tersendat-sendatnya laju pembangunan yang diharapkan juga dikhawatirkan akan memperlemah pengawasan administratif sehingga tidakan tercela seperti mark up, korupsi dan aktivitas fiktif makin merajalela yang berdampak makin besarnya kebocoran uang negara yang pernah di kalkulasikan oleh Prof Sumitro saat itu sekitar 30% dari anggaran negara.

Banyak pendapat mengenai pemekaran, dari yang sangat mendambakan, dukungan terbaik, ataupun berdasarkan geografisnya serta potensi-potensi yang ada. Banyak juga pertimbangan dari para inohong serta pejabat terkait lainnya. Tentunya, hal itu tidak lepas dari perhitungan untung-ruginya bagi masyarakat ataupun dari segi PAD (pendapatan asli daerah) jika pindah ke daerah pemekaran baru (otonom).

Namun dengan gambaran-gambaran tersebut, saya selaku salah satu anggota masyarakat yang lahir di daerah Ciamis Selatan , secara pribadi sangat setuju dengan adanya pemekaran tersebut. Kenapa demikian? Hal itu pertanda, pola pikir putra-putra daerah sudah sangat maju dan tingkat kepeduliannya sudah tinggi, dalam mempertimbangkan, menganalisis situasi kondisi daerahnya (leres teu)??

Kita pun punya contoh, Banjar Patroman sudah bisa mengurus sendiri pemerintahan kota yang dipimpin oleh seorang dokter yang sangat supel dan bijaksana dalam mengelola pemerintahannya. Siapa yang tak kenal pada H. Herman Sutrisno? Di samping mengelola pemerintahan, juga mengurus masyarakatnya dari segala macam penyakit.

Keinginan percepatan pemekaran Pangandaran menjadi kabupaten baru ini, putra daerahnya/masyarakatnya sudah siap segalanya, termasuk risiko apa pun yang terjadi dalam mengelola setelah menjadi kabupaten. Atas dasar penelitian-penelitian, aspek geografisnya, atau seni budayanya, merupakan potensi-potensi yang kuat, yang sangat diandalkan atau dijagokan.

Pembangunan di Kabupaten Ciamis yang memiliki 36 kecamatan dinilai belum merata akibat wilayah yang terlalu luas dan anggaran yang terbatas. Potensi ekonomi pun belum tergali optimal. Aspirasi 10 kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Ciamis untuk memisahkan diri dari Ciamis bukan didasarkan pada buruknya infrastruktur. Keinginan membentuk daerah otonom itu lebih disebabkan keinginan masyarakat setempat untuk mendapatkan pelayanan publik yang lebih baik dan cepat.Keinginan Pangandaran atau daerah Ciamis bagian Selatan , untuk memisahkan diri dari kabupaten Ciamis , sebenarnya sudah menjadi wacana sejak tahun 2002.

Ketua DPRD Ciamis Jeje Wiradinata mengungkapkan kesimpulan hasil kajian tim kecil yang secara khusus meneliti persoalan perkembangan perekonomian di wilayah yang sebelumnya menghendaki pemekaran. Kajian yang dilakukan tim tersebut, juga berpegang pada PP 78 tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan, Penghapusan dan Penggabungan Daerah.

“Ini merupakan harapan baru untuk merajut harapan masyarakat Ciamis selatan menjadi daerah otonom. Jadi perkiraan kita sudah benar, dengan data yang baru, maka memang layak adanya pemekaran Ciamis selatan,” katanya, kepada wartawan, Kamis (11/12).

Waktu itu, ada semacam forum Paguyuban Masyarakat Pakidulan (PMP) yang juga menyuarakan Pangandaran ingin pisah dari Ciamis. Keinginan itu mengemuka karena potensi Pangandaran dianggap tidak diolah secara maksimal. Pangandaran merasa telah banyak memberikan kontribusi ke Ciamis lewat pendapatan wisata, pajak hotel, restoran dan lainnya. Tetapi, imbal balik yang diterima Pangandaran dinilai kecil. Penataan Pangandaran waktu itu juga dirasakan tidak berjalan dengan baik. Projek pembangunan pelabuhan, juga mengalami kemandekan. Artinya, ada segudang masalah hingga akhirnya membuat masyarakat Pangandaran dan sekitarnya, berkeinginan memisahkan diri dari Ciamis. Selama ini, warga Pangandaran memiliki percaya diri cukup tinggi, karena merasa menjadi lumbung pendapatan. Selain itu, nama daerah ini sudah dikenal luas ke berbagai daerah. Namun, wacana pemekaran itu, secara perlahan tenggelam. Baru, setelah Pangandaran diterjang tsunami tahun 2006 lalu, wacana untuk memisahkan diri dari Ciamis kembali muncul.

Keinginan memisahkan diri dari kabupaten induk, waktu itu muncul, karena adanya kekecewaan dalam penanganan pembangunan di Pangandaran. Lalu, infrastruktur yang banyak terbengkalai, serta jarak antara daerah ini ke pusat ibu kota kabupaten terlalu jauh, yaitu lebih dari 100 km. Daerah Kab. Ciamis dinilai terlalu luas, sehingga proses pembangunan tidak bisa secepat yang diharapkan. Lambatnya pembangunan pelayanan dasar, seperti dalam bidang kesehatan untuk berobat atau rawat harus ke Rumah Sakit Banjar, dengan jarak kurang lebih 90 km.

Sehingga, untuk mendekatkan dan memaksimalkan pelayanan ke masyarakat, perlu dibentuk daerah otonom baru yang lebih mendekatkan diri ke masyarakat. Daerah otonom ini, yaitu di Ciamis Selatan atau Kab. Pangandaran dengan meliputi beberapa kecamatan. Agar keinginan itu terwujud, 35 tokoh Pangandaran pada tanggal 25 Februari 2007 melakukan pertemuan khusus di Hotel Mustika Ratu Pangandaran. Pertemuan itu menghasilkan pembentukan panitia kecil untuk menjaring aspirasi warga di 11 kecamatan yang ada di bagian selatan. Mulai dari Kec. Banjarsari, Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, Sidamulih, Parigi, Cimerak, Cijulang, Cigugur, dan Langkaplancar.

Anggota DPR RI Eka Santosa, mengatakan, daerah Ciamis bagian selatan sudah layak menjadi daerah otonom. Hal itu didukung dengan sumber daya alam (SDA) dari Pangandaran dan sekitarnya yang cukup potensial, termasuk bisa menjadi daerah wisata andalan. Selain itu, SDM dari daerah selatan ini sudah memadai, sehingga mesti didukung untuk pembentukan sebuah kabupaten.
Sungguh suatu hal yang sangat indah apabila tatanan Ciamis Selatan yang baru dapat terbentuk dengan iklim yang sangat Agamis, antar umatnya rukun dan kesejahteraan yang dapat dirasakan bersama sehingga dapat memberikan contoh dan menjadi pola bagi daerah lain untuk memajukan negara ini. Satu kunci yang tidak boleh keliru dilakukan adalah ketepatan dalam memilih pimpinan pertama yang akan meletakkan pondasi serta dasar-dasar hukum yang mengatur tata laksana Kabupaten Ciamis Selatan yang Makmur dan Sejahtera, amieen.

Dengan demikian, induk Ciamis seyogianya jangan pesimistis akan kehilangan daerah yang ingin maju. Mudah-mudahan dengan adanya pemekaran ini, nama tatar Galuh Kabupaten Ciamis akan lebih harum dan terkenal di mancanegara. Ciamis, Kota Manis, Dinamis, jeung Gareulis. Amin.

Alhamdulillah…parantos rengse geuning..

Salam pejuangan ka warga Galuh sadaya,,khususnya Galuh Rahayu..tetep pada semangadh yaa..

KPM Galuh Rahayu bade ngayakeun acara malam keakraban sareng musyawarah kerja kanggo kepengurusan 2009 – 2010,,tempatnya di kaliurang.. Semoga acara ini bisa mencapai tujuan yang telah dirancang sebelumnya,dan tentunya akan bisa mempererat tali silaturrahim warga galuh rahayu juga warga ciamis smuanya..

Selamat Kepada

Moch. Muhtadin

sebagai

Padmanagara XX

KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta

Periode 2009-2010

________________________________________________________

Sehubungan dengan akan diselenggarakannya acara Pelantikan Pengurus Keluarga Pelajar & Mahasiswa (KPM ) “Galuh Rahayu” Ciamis-Yogyakarta Periode 2009-2010, kami Panitia Penyelenggara mengundang kepada Bapak/Ibu,/Saudara/i, Alumni Galuh, Warga/i Galuh pada acara tersebut, yang Insya Allah akan dilaksanakan pada

Hari, Tanggal  : Sabtu, 28 Maret 2009

Waktu                : Pukul 19.30 WIB s.d. selesai

Tempat             : Asrama Galuh, Jl. Veteran Warungboto I UH IV/756 Yogyakarta Telp.(0274) 385357

Agenda             :

- Upacara Adat (Prosesi Pelantikan Pengurus)

- Pagelaran Seni:

1. Angklung

2. Calung

3. dan kesenian lainnya

Besar harapan kami pada Bapak/Ibu,/Saudara/i, Alumni Galuh, Warga/i Galuh untuk hadir dalam acara tersebut.

Atas perhatian dan kehadirannya, kami haturkan terima kasih.

Panitia Penyelenggara,

Ketua,                                                          Sekretaris,

ttd                                                                 ttd

Dede Darwan                                            Samsul Muarip

Niti Wanci Nu Mustari…

Ninggang Masa Nu Sampurna…

Kiwari Cunduk Waktuna…

Rengrengan Ais Pangampih…

KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Jogjakarta

Padmanagara XIX Saparakanca…

Nanggel Walerkeun LPJ…

Amanat Warga Nudipaparin…

Nyawalakeun “Galuh” kahareup…

Tur…

Milih Padmanagara XX

Cag…


Assalamu’alaikum wr. wb.

Sampurasun…

Sehubungan dengan berakhirnya kepengurusan KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Jogjakarta Periode 2007-2009, kami sebagai Pengurus akan melaporkan hasil kegiatan selama masa kepengurusan sebagai perwujudan rasa tanggung jawab kami selaku pelaksana dari kegiatan selama masa pengurusan dan juga pergantian pengurus periode brikutnya. Oleh karena itu, kami mengundang kepada seluruh warga/i ‘Galuh Rahayu” pada Musyawarah Warga Ke-30 Keluarga Pelajar & Mahasiswa (KPM) “Galuh Rahayu” Ciamis-Jogjakarta, yang Insya Allah acara tersebut akan dilaksanakan pada :

Hari,Tanggal : Sabtu-Minggu, 14-15 Maret 2009

Waktu              : Pukul 10.00 WIB s.d. selesai

Tempat           : Asrama Galuh

Jl. Veteran Warungboto UH IV/756 Jogjakarta 55164

Telp. (0274) 385357

Kehadiran warga/i “Galuh Rahayu” dalam acara tersebut merupakan suatu kehormatan bagi kami.

Atas kehadiran dan partisipasinya kami haturkan terima kasih.

Ketua Panitia,                                                                                              Sekretaris,

ttd                                                                                                                     ttd

Dede Darwan                                                                                              Samsul Muarip

Mengetahui,

Ketua KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Jogjakarta

Periode 2007-2009

Ttd

Ecep Rahmat Hidayat

_________________________

Cataran:

  1. Acara Muswa ini Wajib dihadiri oleh Warga/i Galuh Rahayu

  2. Warga/i Galuh Rahayu Wajib berpartisipasi dalam Pemilihan Padmanagara XX (Ketua KPM “Galuh Rahayu”Ciamis-Jogjakarta)

Pada bulan Februari nanti, Kami pengurus KPM “Galuh Rahayu” Ciamis-Jogjakarta akan mengadakan kegiatan “Penyuluhan Perguruan Tinggi dan Try Out” di Kab. Ciamis, Insya Allah kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada

Tanggal : 2 – 7 Februari 2009

Tempat : Seluruh sekolah tingkat SMA/MA di Kab. Ciamis

Bagi temen-temen di Jogja yang mau ikutan kegiatan ini bisa langsung hubungi ke Panitia atau datang ke Sekretariat di Asrama Galuh.

Ka sadaya warga-wargi Galuh Rahayu diantos kasumpingannana sareng partisipasin

Panitia